Aturan Sekolah Dari Rumah, Ikut Dampak Pemasukan Nursiah

Kebanyakan pembeli di warung Nursiah (47) merupakan anak-anak yang hendak pergi atau pulang sekolah. Tetapi semenjak kebijakan pembelajaran jarak jauh, pembeli warungnya menjadi sepi dan omzet Nursiah ikut terdampak.

bantuan modal gowa
Dengan bantuan Wakaf UMKM, diharapkan Nursiah mampu menutupi kekurangan omzetnya untuk modal. (ACTNews)

ACTNews, GOWA – Semenjak kebijakan belajar jarak jauh diberlakukan akibat pandemi, warung Nursiah (47) ikut terdampak. Warung yang terletak di Dusun Taborong, Kabupaten Gowa tersebut, kini sepi pengunjung. Padahal dahulunya sering disinggahi anak-anak yang bersekolah di sekitar lokasi.

Ketika ditemui oleh tim Global Wakaf ACT, Nursiah juga mengatakan bahwa omzet warungnya menurun drastis. "Dulu warungku ramai sekali karena banyak anak-anak sekolah yang mau pergi dan pulang sekolah selalu singgah di sini. Tapi semenjak aturan sekolah dari rumah, kurang sekali pemasukan padahal ini satu-satunya usahaku untuk membantu nafkah keluarga," ucapnya.


Untuk membantu usaha Nursiah tetap berjalan, Global Wakaf-ACT menyalurkan bantuan melalui program Wakaf UMKM pada Senin (18/10/2021) lalu. “Kami berharap dengan modal usaha yang diberikan, dapat membeli barang-barang jualan yang lebih banyak sehingga dapat menutupi kekurangan omzet sebelumnya,” kata Firman sebagai Koordinator Implementasi Program Global Wakaf-ACT Sulawesi Selatan.

Selain Nursiah, ribuan pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Indonesia telah terbantu melalui program ini.  Ke depannya ikhtiar ini direncanakan akan terus berlanjut, karena itu Firman turut mengajak para dermawan untuk mendukung usaha ini.

“Global Wakaf - ACT juga mengajak para sahabat dermawan untuk membantu UMKM lainnya dengan sedekah wakaf tunai terbaik melalui Indonesia Dermawan atau datang langsung ke kantor ACT Sulsel di Jl. Sultan Alauddin Ruko BB No.11 Kota Makassar, simak juga info kemanusiaan lainnya melalui instagram @act_sulsel,” ajak Firman. []