Awal Tahun 2022, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Sumatra

Di awal tahun 2022, hujan dengan intensitas tinggi dan luapan sungai membuat sejumlah wilayah di Pulau Sumatra terendam banjir. Akibatnya, ribuan warga terdampak, rumah-rumah hanyut, pohon tumbang, dan akses tertimbun longsor.

banjir sejumlah wilayah
Tim Tanggap Darurat ACT mengevakuasi korban banjir di Aceh Utara. (ACTNews/Amanda Jufrian)

ACTNews, PADANG LAWAS – Awal tahun 2022 banjir menerjang sejumlah wilayah di Indonesia. Pada Sabtu (1/1/2022) 16 desa di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Barat. Akibatnya, 431 rumah warga rusak, aliran listrik padam, pohon-pohon tumbang, jalanan macet, dan lumpur sisa-sisa banjir menumpuk. 

Irsal dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Padang Lawas menjelaskan, banjir disebabkan intensitas hujan tinggi hingga Sungai Sutam meluap. Air mulai masuk ke pemukiman warga pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB. 

“Perlahan debit air meninggi. Pukul 23.00 WIB, ketinggian air sudah mencapai tiga meter. Warga sudah pada mengungsi ke tempat aman. Saat ini air sudah surut, namun warga belum bisa beraktivitas karena material sisa-sisa banjir masih belum dibersihkan,” ujarnya, Senin (3/1/2022). 

Selain Padang Lawas, di awal tahun 2022 banjir juga menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Jambi. Banjir dipicu hujan intensitas tinggi.


Di Aceh Timur, 10 kecamatan terendam banjir. Laporan BPBD Aceh Timur menyebutkan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Ranto Peureulak, Julok, Nurussalam, Darul Falah dan Banda Alam. Per Sabtu (1/1/2022) pukul 12.30 WIB, warga terdampak sebanyak 7.621 Kepala Keluarga atau 23.158 jiwa. 

Selain di Aceh Timur, banjir juga terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, Ahad (2/1/2022). Hidayatullah dari Masyarakat Relawan Indonesia Aceh mengatakan, sebanyak enam kecamatan di Aceh Tamiang dan satu kecamatan di Aceh Utara terendam.


Kondisi rumah warga usai diterjang banjir di Padang Lawas. (ACTNews)

“Lebih kurang 4.308 jiwa atau 1.436 KK terdampak, 1.436 unit rumah terendam. Bahkan hujan membuat akses jalan antar kecamatan di Aceh Tamiang tertimbun longsor,” jelasnya, Senin (3/1/2022).

Hidayatullah mengatakan, tim Tanggap Darurat ACT telah diterjunkan ke lokasi terdampak di Aceh Utara yakni di Desa Lhoksukon, Kecamatan Pirak Timu untuk melakukan evakuasi warga. “Saat ini ketinggian air sekitar 1 meter. Cuaca di Aceh diprediksi hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari ke depan,” ucapnya. 

Sementara di Provinsi Jambi, hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (1/1/2022) membuat Sungai Batang Tebo, Sungai Batang Bungo, Sungai Batang Jujuhan, dan Sungai Batang Pelepat meluap dan menggenangi 12 kecamatan. Sebanyak 4.988 KK / 19.292 warga terdampak kejadian ini.[]