Awal Tahun, Status Tanggap Darurat Gunung Merapi Diperpanjang

Pemerintah Sleman kembali memberlakukan status tanggap darurat Gunung Merapi, yakni dari tanggal 1-31 Januari 2021.

Tangkapan layar dari laman magma.vsi.esdm.go.id yang menunjukkan status Gunung Merapi Level III (siaga).

ACTNews, SLEMAN – Melalui surat keputusan Bupati Sleman Nomor 94.98/Kep.KDH/A/2020, Bupati Sleman Sri Purnomo memperpanjang status tanggap darurat Gunung Merapi pada 1-31 Januari 2021. Penetapan status tanggap darurat ini merupakan yang kedua setelah 1-31 Desember 2020 lalu.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi melaporkan, berdasarkan rekaman seismograf pada Kamis (31/12/2020), terjadi 55 kali gempa guguran, 95 kali gempa embusan, dua kali gempa frekuensi rendah,  400 kali gempa fase banyak, 120 kali gempa vulkanik dangkal, dan sekali gempa tektonik jauh.

Sementara itu, pengamatan BPPTKG per Jumat (1/1/2021) menunjukkan laju deformasi Gunung Merapi mencapai 21 sentimeter per hari. BPPTKG masih memperkirakan daerah bahaya meliputi Kabupaten Sleman, dengan tiga dusun di tiga desa Kecamatan Cangkringan, yaitu  Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor), Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem), Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

Sementara, daerah yang berbahaya di Jawa Tengah meliputi, Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun, meliputi Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); dan Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2).

Di Kabupaten Boyolali, Kecamatan Selo, meliputi Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi). Di Kabupaten Klaten, Kecamatan Kemalang meliputi Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); dan Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipik Sari, Gondang).

BPPTKG juga mengimbau penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di kaki Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana III untuk dihentikan. Para pelaku wisata juga diimbau agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Sementara itu, Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap DI Yogyakarta masih bersiaga dan mengikuti Piket Siaga Tanggap Darurat Erupsi Merapi. Kamis (31/12/2020) malam hingga Jumat (1/1/2021) pagi, apel siaga, monitoring siaga bencana, dan piket malam di barak pengungsian Glagaharjo dilakukan.

“Alhamdulillah kegiatan piket siaga tanggap darurat berjalan lancar. Kegiatan dimulai dengan koordinasi bersama FKKRS, Memonitoring Siaga Bencana bersama  seluruh relawan dan personil tim kesiapsiagaan bencana. Kemudian tim MRI-ACT bersama TRC BPBD bergerak ke barak Glagaharjo untuk piket malam dan kembali ke MAKO BPBD pagi hari,” lapor Kharis Pradana dari Tim Program ACT Yogyakarta.[]