Ayo Bantu Penyembuhan Ayu Paroji, Pengidap Gizi Buruk

Ayo Bantu Penyembuhan Ayu Paroji, Pengidap Gizi Buruk

Ayo Bantu Penyembuhan Ayu Paroji, Pengidap Gizi Buruk' photo

ACTNews, GARUT – Sedih dan miris melihat kondisi tubuh Ayu Paroji (17) anak belia warga Desa Cisewu-Garut, tubuhnya kurus kering, di tubuhnya tampak hanya tulang-tulang yang terbungkus kulitnya, nyaris tak ada daging disetiap tubuhnya.

Siswi Madrasah Tsanawiyah/MTs.Cisewu ini mengalami gizi buruk, karena 3 tahun lalu Ia mengidap penyakit diabetes mellitus. Penderitaan Ayu semakin bertambah ketika penyakit diabetes mellitus yang dideritanya tidak terkontrol ditubuhnya, menyebabkan matanya terserang penyakit glaucoma yang mengakibatkan kebutaan. Sehingga saat ini Ayu tidak bisa melihat.

Kini Ayu setelah menderita Gizi Buruk, ia tidak bisa beraktivitas lagi. Ia tidak bisa lagi bersekolah, padahal  tiga tahun yang lalu, Ayu adalah seorang siswi di MTs.Cisewu yang rajin.

Ayu diketahui mengidap penyakit diabetes mellitus tipe satu, saat itu keluarganya membawanya untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD Garut. Setelah berobat di RSUD Garut, keluarga melakukan perawatan di rumah secara mandiri.

Petaka kembali muncul setelah Ayu dirawat di rumahnya, Ayu tidak bisa dirawat secara maksimal oleh keluarganya karena faktor ekonomi. Ayu yang seharusnya mendapatkan pengobatan berupa penyuntikan insulin, selama tiga kali dalam sehari oleh keluarganya tidak dilakukannya, karena keterbatasan biaya. Hal itulah yang mengakibatkan kadar gula darah Ayu tidak terkontrol, sehingga Ia mengalami gizi buruk.

Saat ini Tim Mobile Social Rescue/MSR-ACT bersinergi dengan Masyarakat Relawan Indonesia/MRI Garut dan Puskesmas Cisewu mendampingi, merawat dan menanggung pengobatan Ayu. Terakhir Tim MSR-ACT menemui Ayu, didapatkan kadar gula darahnya mencapai 500mg/dl, kadar tersebut tentunya sangat membahayakan tubuhnya.

Diabetes mellitus yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari: defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya, defisiensi transporter glukosa atau keduanya.

Diabetes melitus tipe 1 pada anak bisa terjadi, karena adanya gangguan pada fungsi pankreas, sehingga pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pankreas untuk membantu tubuh menyerap gula atau glukosa, sehingga kadar gula darah terkontrol. Diabetes tipe 1 pada anak dikenal dengan nama diabetes juvenil atau insulin dependent diabetes mellitus (IDDM).

Penderita diabetes tipe 1 diduga disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah dalam melawan ancaman atau yang membahayakan tubuh. Sistem kekebalan tubuh pada anak penderita diabetes tipe 1 menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Sehingga, kemampuan pankreas anak dalam menghasilkan insulin berkurang. Akibatnya, gula darah banyak menumpuk dalam aliran darah anak dan menyebabkan kadar gula darah anak naik. Para ahli juga menduga genetika (keturunan) berperan penting dalam hal ini.

Saat Tim MSR-ACT bersama MRI Garut dan pihak Puskesmas Cisewu melakukan asesmen, Tim melihat keadaan sangat miris dan memprihatinkan melihat kondisi Ayu dan keluarganya. Selain kondisi Ayu yang memprihatinkan, kondisi keluarganya pun 'tak kalah' memprihatinkan. Ayu dan keluarganya tinggal di rumahnya yang hampir seluruh rumahnya terbuat dari bambu, rumahnya hanya seluas 3x5 meter, yang harus dihuni oleh 6 anggota keluarga, termasuk Ayu. Dibelakang rumahnya tidak terdapat sarana sanitasi yang layak, MCK nya hanya memakai kayu yang ditutupi kain dan air dari tetangganya.

Menurut Nurjanatunnaim, Koordinator Tim MSR-ACT Keluarga Ayu memang hidup pra-sejahtera, Ayahnya hanya bekerja menjadi  kuli panggul yang mempunyai penghasilan sekitar 500ribu/bulan.

“Dalam proses asesmen tersebut kami bermusyawarah dengan Tim Puskesmas Cisewu dan hasil musyawarah tersebut Tim Puskesmas Cisewu berkomitmen membantu memfasilitasi perawatan di Puskesmas atau jika memang diperlukan dilakukan rujukan ke RSUD Garut,”jelasnya.  

Satu hari, setelah Asesmen, Ayu langsung dibawa ke Puskesmas oleh keluarga didampingi Tim MSR-ACT. Setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas, Dokter Puskesmas menyarankan untuk langsung dirujuk ke RSUD Garut, supaya Ayu mendapatkan perawatan yang maksimal.

“Saat ini Ayu, tengah dirawat di RSUD Garut. Dokter yang menangani Ayu mengatakan rencana awal adalah menurunkan kadar gula darah, untuk memperbaiki metabolisme didalam tubuh Ayu. Selain itu juga dilakukan diet nutrisi untuk menstabilkan kondisi Ayu,”terang Nurjanatunnaim.

Penstabilan kadar gula darah dilakukan dengan penyuntikan insulin, serta terapi obat-obatan. Sedangkan diet nutrisi dengan memberikan semacam susu F75, untuk memenuhi kekurangan kalori protein yang sedang dialami Ayu.

Nurjanatunnaim, berharap penstabilan gula darah dapat terjadi setelah 3-5 hari ke depan, sedangkan untuk penstabilan nutrisi memerlukan waktu sedikit agak panjang sekitar tiga bulan.

“Setelah itu, baru dilakukan terapi maksimal untuk mengembalikan penglihatan Ayu,” pungkasnya.[]

----------------------------------

Ayo bantu penyembuhan Ayu Paroji pengidap gizi buruk akibat penyakit diabetes mellitus tipe satu. Donasikan bantuan Anda melalui:  

Mandiri # 127 000 7721259

Atas nama: Aksi Cepat Tanggap/ACT                       

Contact Person: 0822-1777-1724 (Nurjanatunnaim)

Mohon setiap melakukan transfer diberikan angka 1 diakhir nominalnya, misalnya Rp.5.000.001.

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan