Badai Amphan dan Covid-19: Mimpi Buruk Pengungsi Rohingya

Kala menghadapi risiko penyebaran Covid-19, pengungsi Rohingya di Bangladesh juga harus menghadapi bahaya badai Amphan yang menerjang seluruh wilayah Bangladesh dan India, Rabu (20/5).

Badai Amphan dan Covid-19: Mimpi Buruk Pengungsi Rohingya' photo
Badai Amphan merusak dan merendam sejumlah kamp pengungsi Rohingya. (UNHCR Bangladesh)

ACTNews, COX’S BAZAR – Belum usai penanggulangan Covid-19 di kamp pengungsian Rohingya, Cox’s Bazar, Bangladesh, badai Amphan datang menyapu beberapa kamp pengungsi. Angin kencang yang melanda sebagian india dan hampir seluruh wilayah Bangladesh Rabu (20/5) sore itu, menyebabkan sejumlah pengungsi kehilangan tempat tinggal.

Pekerja kemanusiaan memperingatkan bahwa topan Amphan dapat menghambat upaya pengendalian wabah Covid-19 di kamp-kamp pengungsian. Pada pertengahan Mei lalu, dilaporkan infeksi pertama Covid-19 di kamp Rohingya, sebagaimana dikabarkan Reuters.

“Sebuah tantangan besar untuk membendung penyebaran Covid-19 di antara para pengungsi Rohingya. Mereka tinggal di kamp yang sangat padat. Belum lagi mereka harus berbagi fasilitas air dan toilet umum,” kata salah satu pekerja kemanusiaan di Bangladesh, Dipankar Datta.

Sebelumnya, Bangladesh juga dikabarkan menampung lebih dari 300 pengungsi Rohingya di Pulau Bhasan Char. Padahal, daerah itu disebut sebagai salah satu daerah terpaan badai Amphan terparah. Kementerian Pertanahan Bangladesh sebelumnya juga melaporkan bahwa Bhasan Char bisa tenggelam oleh topan yang kuat saat air pasang. Sekitar 300 pejabat keamanan Bangladesh juga ada di pulau itu, dikutip dari Reliefweb.

“Setiap blok (pengungsian) memiliki pusat posko penanganan badai siklon, dan mereka telah dipindahkan ke posko tersebut,” ujar Bimal Chakma Pejabat Senior Refugee Relief and Reparation Comission.

Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) juga telah memindahkan mereka ke pusat pengungsian di Cox’s Bazar dan bergabung dengan jutaan pengungsi lainnya.[]


Bagikan