Badai Salju Rusak Ratusan Tenda Pengungsi di Suriah

Ratusan tenda pengungsi rusak usai badai salju melanda sejumlah wilayah di barat laut Suriah. Salah satu anak pengungsi dilaporkan meninggal usai tertimpa atap tenda yang roboh.

badai salju suriah
Tenda pengungsi Suriah yang hancur imbas badai salju. (Dokumen Istimewa)

ACTNews, SURIAH – Badai salju melanda sejumlah wilayah di barat laut Suriah pada Selasa (18/1/2022). Setidaknya 22 daerah di Provinsi Aleppo, terutama distrik Afrin dan Azaz, dan sembilan daerah di Provinsi Idlib, terutama distrik Harim, terdampak. Badai memorak-porandakan lokasi pengungsian, tenda, dan barang-barang milik warga.

Per 19 Januari, 362 tenda pengungsi dilaporkan rusak dan 2.124 orang terdampak. Kamp pengungsian Abraz di Ma'btali, Afrin, dilaporkan menjadi wilayah yang terkena dampak paling parah. Para keluarga pengungsi terpaksa dievakuasi ke tempat penampungan darurat yang lebih amam, seperti bangunan sekolah dan balai desa.

Seorang anak pengungsi dilaporkan meninggal di daerah Qastal Miqdad karena tertimpa atap tenda yang runtuh. Sementara orang tuanya, saat ini tengah dalam perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

Badai salju pun membuat suhu menjadi sangat rendah. Sejumlah anak di Afrin mengalami hipotermia dan harus mendapatkan perawatan segera.

Imbas badai ini, banyak jalan-jalan utama menunju area kamp, khususnya di Afrin, tertutup salju tebal dan sulit dilalui. Hal ini pun menghambat otoritas Suriah dalam proses evakuasi pengungsi ke tempat yang lebih aman.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), kebutuhan yang paling mendesak bagi pengungsi adalah alat penghangat ruangan, pengganti tenda yang hancur, makanan siap saji, dan pakaian musim dingin.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca, hujan salju diperkirakan akan terus berlanjut di beberapa wilayah di Suriah. Selain badai salju, bencana lainnya yang mengancam pengungsi Suriah adalah banjir dari salju yang mencair.[]