Bagaimana Masa Depan Pengungsi Rohingya di Bhasan Char?

Mitra Aksi Cepat Tanggap pada pertama Januari 2021 mengunjungi Pulau Bhashan Char, tempat relokasi pengungsi Rohingya dari Kutupalong. Tim melakukan asesmen terkait kebutuhan pengungsi dan potensi mata pencaharian pengungsi.

Ilustrasi. Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe yang tiba September lalu. (ACTNews/Amanda Jufrian)

ACTNews, JAKARTA – Pemindahan 100.000 pengungsi Rohingya dari Kamp Kutupalong ke Bhasar Chan menjadi perhatian banyak organisasi kemanusiaan internasional. Pekan pertama Januari 2021, mitra Aksi Cepat Tanggap di Bangladesh mengunjungi Pulau Bhashan Char untuk melakukan asesmen kebutuhan dasar dan potensi mata pencaharian pengungsi Rohingya.

Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response-ACT untuk Rohingya melaporkan, tim ACT di Bhasar Chan menerangkan, pemerintah Bangladesh masih terus membangun infrastruktur untuk para pengungsi. Tim pun mengamati potensi mata pencaharian yang bisa dilakukan pengungsi Rohingya. “Salah satunya beternak ikan,” lapor Firdaus, Kamis (7/1/2021).

Dalam tahap awal perpindahan, Firdaus mengatakan, pengungsi Rohingya yang baru direlokasi amat membutuhkan dukungan kemanusiaan, berupa pangan, dukungan pendidikan, dukungan untuk guru, dan biaya hidup untuk mereka memperoleh keterampilan.

 

Pulau Bhashan Char terletak di timur dari pelabuhan Chittagong. Dari pelabuhan itulah dua rombongan pengiriman pengungsi Rohingya dilakukan ke Pulau Bhashan Char. Saat ini, Sekitar 3.400 pengungsi telah dipindahkan ke pulau itu. Perpindahan ini pun mendapat penolakan dari para pengungsi.

Tidak ada kelompok dan organisasi internasional, termasuk PBB, yang mendukung perpindahan relokasi. PBB pun berulang kali menuntut studi kelayakan lengkap atas hunian baru Rohingya di pulau yang disebut rawan bencana itu.

Komunitas internasional prihatin atas keselamatan Rohingya di pulau Bhasar Chan. Pulau berlumpur yang muncul lebih dari dua dekade lalu itu dilaporkan rawan banjir dan penduduknya akan menghadapi risiko tersapu air selama cuaca badai.

Hingga saat ini, tidak ada kepastian tentang nasib pengungsi Rohingya di Bhasar Chan. Namun, para pengungsi berharap Bangladesh tidak mengingkari komitmennya dalam memberikan kesempatan hidup yang lebih baik kepada pengungsi Rohinya dengan kebebasan gerak, cakupan pendapatan, perawatan kesehatan dan pendidikan. Akankah kedermawanan turut membantu?[]