Bahagia Nalek yang Barang Dagangannya Diborong

Dampak pandemi begitu dirasakan Nalek (60), seorang pedagang pisang di Balikpapan. Tak pandemi pun pendapatannya rendah, apalagi sekarang dengan berbagai keterbatasan yang membuat ekonominya semakin terhimpit.

Nalek saat barang dagangannya diborong ACT. (ACTNews)

ACTNews, BALIKPAPAN – Bagi Nalek (60), seorang kakek asal Balikpapan, pandemi yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu membawa dampak besar pada kehidupan, terlebih urusan ekonomi. Dagangan skala kecilnya semakin meredup saja, apalagi saat ada kebijakan pembatasan aktivitas yang ketat. Barang dagangannya menjadi semakin jarang laku, karena sebelum pandemi pun jumlah pembeli sangat sedikit.

Bermodal gerobak usang, Nalek menjajakan dagangan, pisang. Usaha ini menjadi caranya menyambung kehidupan. Di kondisi normal dan pisang yang dijajakannya berkualitas bagus, Nalek mampu menjual hingga 15 sisir dengan keuntungan Rp1500 per sisirnya. Akan tetapi, sejak pandemi, keuntungannya turun drastis, bahkan ketika PPKM tak jarang nihil pembeli.

Mengetahui kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhtiar yang terbaik untuk Nalek. Lewat aksi borong dagangan pedagang kecil, ACT membeli semua barang dagangan untuk kemudian dibagikan ke warga lain yang membutuhkan di awal Agustus ini.

“Terima kasih, ya Allah ini beneran mau dibeli semua?” ungkap Nalek tak percaya. “Semoga dapat balasan yang lebih besar dari Allah ya,” doanya kepada perwakilan ACT, juga untuk seluruh dermawan.

Aksi ACT borong dagangan Nalek merupakan salah satu program yang ACT hadirkan sebagai solusi permasalahan ekonomi di tengah pandemi berkepanjangan. Khaidir Ali dari tim Program ACT Kalimantan Timur, mengatakan, lewat borong dagangan diharapkan mampu memberikan semangat lebih para pelaku usaha kecil di tengah pandemi. Apalagi, barang dagangan yang diborong akan dibagikan kembali ke masyarakat secara gratis.

“Dalam aksi borong dagangan ini peran serta dermawan tak pernah lepas. Dukungan dermawan yang memberikan harapan bagi kita semua, khususnya pelaku usaha yang sedang terpuruk akibat pandemi mematikan,” jelasnya.[]