Balai Pengajian yang Dinanti 10 Tahun Kini Terwujud Buah Kedermawanan

Sepuluh tahun Nurfaizah mengimpikan membangun balai yang lebih besar dan nyaman untuk anak didiknya mendalami Islam. Kini, semua itu telah tampak buah kedermawanan masyarakat.

Mobile Social Rescue
Nurfaizah berfoto di tangga balai pengajian tempatnya mengajar. Balai yang diberi nama Awwalul Qulub ini terbangun buah kedermawanan masyarakat. (ACTNews)

ACTNews, ACEH BESAR – Pagi baru saja dimulai, tapi ada seorang ibu yang selalu cekatan ke sana kemari mempersiapkan tempat dan makanan kecil. Ialah Nurfaizah, difabel yang juga pendidik anak-anak di Gampong Weusiteh, Sukamakmur, Aceh Besar dan sekitarnya dalam hal membaca Al-Qur’an.

Kedua tangan Nurfaizah mengalami polio sejak lahir. Namun, hal tersebut tak menyurutkan niatnya mengajarkan cara membaca kalam Ilahi. Ia berharap ilmu yang tersalurkan menjadi amal jariah tatkala ia pergi selamanya dari dunia ini.

Buah kesabaran Nurfaizah dalam mendidik, anak-anak perlahan lebih dekat dan cinta kepada Al-Qur’an. Tak mudah memang, ia harus mengajarkan anak didiknya dari dasar agar mereka benar-benar paham.

“Sifatnya anak-anak ya begitulah, tapi kita senang,” ujarnya sambil tersenyum.

Hari demi hari santri Nurfaizah kian bertambah, tapi tidak dengan tempat belajarnya, sehingga sempit tak dapat terhindarkan. Harapan dari seorang Nurfaizah ialah bisa mendirikan balai pengajian yang lebih besar di lahan kosong di samping rumahnya, ditambah mushaf baru Al-Qur’an serta lemari tempat menyimpan kitab suci tersebut.

Kini, keinginan Nurfaizah agar muridnya dapat lebih nyaman belajar telah terwujud. Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Sahabat Dermawan membangun balai yang lebih megah, Balai Awwalul Qulub di Desa Weusiteh, Sukamakmur, Aceh Besar, telah rampung dikerjakan. Tak hanya balai, tempat belajar tersebut juga dilengkapi lemari yang menjadi tempat penyimpanan mushaf Al-Qur’an seperti yang Nurfaizah bayangkan.

Balai pengajian ini diresmikan secara sederhana pada Kamis (7/10/2021) dengan mengundang perangkat gampong. Nurfaizah bercerita, selama ia mengajar sejak 2008, ingin sekali mempunyai sebuah balai pengajian sendiri. Dengan haru dan terbata-bata, Nurfaizah mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh dermawan yang berdonasi dan membantu membangun balai pengajian itu.

"Akhirnya apa yang saya impikan 10 tahun yang lalu benar-benar terwujud, saya sangat berterima kasih kepada Allah dan juga seluruh dermawan. Tidak dapat saya membalasnya," ucap ibu satu anak ini.

Balai Pengajian Awwalul Qulub terbangun atas kebaikan dari Sahabat Dermawan. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membangun balai dua tingkat ini.

Kepala Cabang ACT Aceh Zulfurqan berharap, Balai Awwalul Qulub yang telah terbangun bisa menambah kenyamanan dan mengembangkan pendidikan anak-anak agar menjadi generasi Islami di masa depan.

“Ini merupakan wujud nyata manfaat kedermawanan,” ungkap Zulfurqan.[]