Bali Mulai Memasuki Musim Kemarau

Sejumlah desa di Pulau Bali mulai mengalami kekeringan, dampak kemarau di awal musim ini. Air menjadi barang langka dan perlu perjalanan jauh untuk mendapatkannya.

Bali Mulai Memasuki Musim Kemarau' photo

ACTNews, KARANGASEM  Beberapa desa di satu kecamatan di Kabupaten Karangasem dan tiga kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali mengalami kekeringan di awal musim kemarau tahun ini. Kekeringan telah berlangsung setidaknya dalam dua bulan terakhir.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali Arif Marsudi mengatakan, di Karangasem, wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Rendang. Sedangkan di Buleleng, wilayah terdampak meliputi  Kecamatan Tejakula, Gerogak, dan Sukasada.

“Dari hasil asesmen, wilayah Banjar Belitung dan Banjar Batusesah yang ada di Kecamatan Rendang sudah mulai mengalami kekeringan. Sedangkan tiga desa terdampak kekeringan lainnya tersebar di Buleleng,” jelas Arif, Rabu (3/7).

Hari tanpa hujan yang telah berlangsung cukup lama membuat persediaan air dalam tandon yang biasa masyarakat Rendang tampung, mulai menipis. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat Rendang harus rela turun gunung menuju sumber air. Medan berupa jalan menikung serta naik-turun, juga jarak yang cukup jauh membuat proses pengambilan air menjadi kendala tersendiri. 


Arif menuturkan, sumber air di musim kemarau ini ada di wilayah yang lebih bawah, cenderung di kaki Gunung Agung, lokasi Kecamatan Rendang. 

“ACT Bali dalam waktu dekat ini akan mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah Rendang. Air diambil dari sumber air di kaki Gunung Agung, menggunakan kendaraan tak terlalu lama, walau medan memang sulit,” tambah Arif.