Bangun Kembali Pasaman Barat, Pulihkan Kehidupan Para Korban

Sudah satu bulan sejak gempa mengguncang Pasaman Barat pada akhir Februari lalu. Kini, saatnya masyarakat Indonesia bahu membahu membangun kembali Pasaman Barat. Aksi Cepat Tanggap siap memfasilitasi kedermawan melalui beberapa program pemulihan, yaitu pembangunan hunian nyaman, MCK, sekolah, hingga masjid.

gempa pasaman barat
ACT siap menyambut kedermawanan masyarakat Indonesia dalam membantu pemulihan di Pasaman Barat. Sahabat Dermawan bisa mendukung sejumlah program yang ACT galakkan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA, PASAMAN BARAT – Situasi di Pasaman Barat belum benar-benar kondusif sebulan setelah gempa mengguncang Pasaman Barat. Vice President ACT Dwiko Hari Dastriyadi menjelaskan, meski satu bulan sudah berlalu, nyatanya kondisi di Pasaman Barat masih memprihatinkan. Dwiko juga menyayangkan bahwa bantuan masyarakat untuk Pasaman hanya gencar pascagempa, namun justru menurun jauh selama masa pemulihan.

"Padahal masa pemulihan sangat penting. Data yang dihimpun tim Tanggap Darurat ACT, ada lebih dari 6.000 rumah yang rusak. Seribu di antaranya hancur parah. Para korban saat ini masih tinggal di tenda-tenda sementara karena kehilangan tempat tinggal," ujar Dwiko, di kantor ACT di Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2022).

Pada masa tanggap darurat, ada tiga program utama yang dilakukan ACT, yaitu evakuasi, pelayanan medis dan ambulans, dan distribusi bantuan logistik.

Armada-armada kemanusiaan seperti Humanity Food Bus, Humanity Food Truck, dan Humanity Water Tank diberangkatkan ke pengungsian untuk mendistribusikan makanan siap saji dan air bersih. Dalam fase ini, juga dibuka dapur umum yang memudahkan proses pendistribusian bantuan. “Sedikitnya 18 ribu jiwa telah terbantu melalui tiga program bantuan emergency ini,” kata Dwiko.

Dwiko melanjutkan, kini ACT siap memfasilitasi kedermawanan masyarakat Indonesia dalam membantu pemulihan di Pasaman Barat. ACT merancang sejumlah program besar di antaranya pembangunan hunian keluarga, MCK, dan masjid.

Dwiko menjelaskan, pembangunan hunian menjadi salah satu program yang sangat penting karena sebagian korban hingga saat in masih tinggal di tenda. 

ACT juga mengajak Sahabat Dermawan membangun kembali fasilitas umum, seperti MCK, sekolah, dan masjid. Kini para pengungsi melakukan salat berjamaah dari tenda dan anak-anak bersekolah di tanah lapang.

"Kita bisa ubah ini dengan bantuan masyarakat. Kita bisa bangun lagi sekolah agar anak-anak tidak kepanasan saat belajar. Kita bisa bangun lagi masjid agar umat muslim dapat beribadah dengan nyaman. Pada bulan Ramadan yang akan datang sepekan lagi, amat disayangkan jika keceriaan tidak bisa terwujud di Pasaman karena mereka tidak memiliki masjid," ucap Dwiko.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dai Nasional Ustaz Amir Faishol menjelaskan, membantu korban bencana hukumnya wajib bagi seluruh masyarakat. "Bagi masyarakat yang tidak terkena bencana, hal ini merupakan peringatan Allah agar mereka lebih banyak bersyukur dan menjaga nikmat-nikmat Allah dengan mempergunakannya dalam jalan ketaatan. Termasuk untuk membantu para korban melalui sedekahnya. Untuk para korban, Allah SWT memerintahkan mereka untuk bersabar, ridha, dan berserah diri kepada-Nya," ujar Ustaz Amir.

Sahabat Dermawan, ayo ambil  andil dalam program pemulihan Pasaman Barat. Sahabat Dermawan bisa mengantarkan bantuan komunitas atau korporasi langsung ke kantor ACT yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Sahabat Dermawan bisa juga memberikan sedekah terbaik melalui Indonesiadermawan.id.[]