Bangun Kembali Rumah Palestina lewat Sedekah Dermawan

Bermodal sedekah dermawan, tim ACT membangun kembali rumah warga Palestina yang rusak karena serangan Israel. Diperkirakan rumah-rumah ini dapat kembali ditempati satu bulan mendatang.

rekonstruksi rumah palestina
Proses rekonstruksi rumah warga Gaza yang rusak. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Khalid Zayed Asyarfa menceritakan kepada Tim ACT Palestina rumahnya hancur dihantam misil pesawat tempur Israel pada Mei lalu. Ruang tengah, dapur, kamar anak-anak, hingga toilet telah berantakan. Saluran listrik pun rusak. Lebih dari itu, hati Khalid ikut hancur. Ia harus kehilangan salah satu hal yang paling berharga, anak tertuanya yang masih duduk di bangku SMP meninggal ketika ia tengah belajar di kamarnya.

"Aku berdoa kepada Allah agar ada dermawan yang membantu kami, sehingga kami bisa tinggal lagi di sini," cerita Zayed kepada tim ACT. Keluarga Zayed hidup bagai tak tentu arah setelah kejadian itu. Ia dan keluarganya kehilangan tempat untuk bernaung.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, sebagai upaya untuk membantu Zayed, pada akhir Agustus lalu, tim ACT di Palestina melakukan rekonstruksi rumah Zayed.

Tahap awal, tim konstruksi harus merobohkan dinding rumah Zayed yang tersisa, sebab sangat rapuh. "Jadi kita robohkan dindingnya, kemudian kita bangun kembali dengan bata yang lebih kuat. Insyaallah, akan sangat aman untuk ditinggali Zayed dan anak-anaknya kelak," kata Said.

Zayed tidak sendiri, ACT juga melakukan rekonstruksi untuk sejumlah warga Gaza lainnya yang rumahnya hancur. Rumah milik Hasan Sheikh misalnya. Tidak sebanyak renovasi seperti rumah Zayed. Kebutuhan Rumah Hasan, di wilayah Al-Remal, itu dipasangi dinding dan kusen pintu baru dan pengecatan oleh ACT.

Said menjelaskan, walaupun tingkat perbaikan berbeda, namun, rumah setiap penerima manfaat diberikan fasilitas yang sama berupa panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik keluarga.[]