Bangunan Hancur Terkena Erupsi, Santri TPQ Fatihul Ulum Belajar di Tenda Pengungsian

Bangunan TPQ Fatihul Ulum hancur terkena erupsi Gunung Semeru. Kini santri harus belajar mengaji di tenda pengungsian.

bangun tpq fatihul ulum
Bangunan TPQ Fatihul Ulum usai terkena erupsi Gunung Semeru di Lumajang. (ACTNews)

ACTNews, LUMAJANG – Erupsi Gunung Semeru pada Desember 2021 lalu merusak rumah warga, tempat ibadah, juga fasilitas pendidikan, termasuk TPQ Fatihul Ulum di Dusun Curah Kobokan. Dusun ini merupakan salah satu wilayah terdampak kerusakan parah karena berada dekat dengan aliran lahar dan puncak Gunung. 

TPQ Fatihul Ulum didirikan oleh Ustaz Imam Safi’i dan menjadi tempat belajar mengaji 70 santri anak-anak Dusun Curah Kobokan. Awalnya kegiatan TPQ dilakukan di rumah Ustaz Imam Safi’i, namun seiring waktu berjalan, rumahnya tak lagi dapat menampung jumlah santri yang datang belajar. 

“Bangun TPQ pakai tabungan pribadi dibantu empat rekan saya. Karena anak-anak yang mengaji tidak dipungut biaya, jadi tidak ada kas untuk bangun gedung,” kata Ustaz Imam Safi’i beberapa waktu lalu. 


Setahun setelah berdiri, TPQ yang didirikannya terkena erupsi Gunung Semeru. Atap bangunan dan berandanya hancur, pintu serta jendela juga terlepas hanya menyisakan tembok dan puing atap yang masih berserakan. 

“Sudah tidak bisa dipakai. Sekarang kegiatan belajar mengajar santri TPQ Fatihul Ulum dilakukan di beberapa lokasi yakni di tenda pengungsian dan kadang menumpang di musala Desa Penanggal,” jelasnya. 

Meski berpindah-pindah tempat, semangat para santri untuk belajar tidak surut. Santri yang belajar setiap harinya selalu ramai dan jumlahnya bertambah. “Semoga bisa kembali membangun TPQ yang layak, sehingga santri tidak perlu lagi belajar berpindah-pindah,” harap Ustaz Safi’i. 

Melalui Indonesiadermawan.id, ACT Jember berikhtiar untuk membantu membangun kembali TPQ Fatihul di wilayah aman dari bencana atau hijau. Bagi Sahabat Dermawan yang ingin mendukung bisa melalui Indonesia Dermawan atau ACT Jember.[]