Banjir Bandang Banggai, Ratusan Hewan Ternak Mati

Warga juga tidak sempat menyelamatkan apapun termasuk hewan ternak mereka. Sebanyak 178 hewan ternak mati karena terjebak di dalam kandang dan terbawa air bah.

banjir bandang banggai
Hewan ternak sapi di Desa Dondo mati usai terbawa dan terendam air bah. (ACTNews)

ACTNews, BANGGAI Banjir bandang yang melanda Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Rabu (9/3/2022) dini hari. Fahri Syahadah dari Tim ACT Luwuk Banggai melaporkan, masyarakat yang tengah tertidur, bangun dan panik menyelamatkan diri. 

Warga juga tidak sempat menyelamatkan apapun termasuk hewan ternak mereka. Sebanyak 178 hewan ternak mati karena terjebak di dalam kandang dan terbawa air bah.

“Hewan ternak yang mati 3 ekor sapi, 5 ekor kambing, 20 ekor babi dan 150 ekor ayam,” ujarnya, Sabtu (12/3/2022). 

Selain hewan ternak, per Jumat (11/3/2022) jumlah rumah rusak juga bertambah dari yang sebelumnya 14 menjadi 32 unit. Rinciannya 8 unit rumah rusak berat, 7 unit rusak sedang dan 17 unit rusak ringan.

“Warga yang rumahnya rusak berat dan tidak bisa ditinggali, mengungsi ke rumah saudara atau tetangga. Ada juga yang mendirikan tenda dari terpal. Saat ini banjir telah surut,” jelasnya. 

Fahri melanjutkan, tim Tanggap Darurat ACT telah terjun ke lokasi terdampak yang paling parah, yakni di Desa Dondo, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai untuk mendistribusikan bantuan logistik atau paket pangan. Sebanyak 63 paket pangan didistribusikan kepada warga yang rumahnya rusak. 

“Bantuan paket pangan berisi air mineral kemasan, makanan instan, gula, minyak goreng, beras, roti, teh, dan kopi. Selain itu juga didistribusikan pakaian dan selimut,” katanya. 

BMKG memprediksi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Banggai hingga Ahad  (13/3/2022). Masyarakat yang berada di daerah sekitar aliran sungai diminta tetap waspada akan bencana banjir susulan.[]