Banjir Bandang di Yaman Tewaskan 172 Orang

Pemerintah Yaman melaporkan banjir bandang di sejumlah wilayah menewaskan 172 orang, menghancurkan rumah, bahkan situs kebudayaan dunia UNESCO.

Banjir Bandang di Yaman Tewaskan 172 Orang' photo
Banjir bandang Yaman berdampak ke akses jalan, permukiman warga, hingga lahan pertanian. (Dok. WFP)

ACTNews, SANAA – Banjir bandang yang dipicu hujan deras merenggut 172 korban jiwa di Yaman. Musibah tersebut juga membuat ribuan rumah rusak, tak terkecuali permukiman yang termasuk situs kebudayaan UNESCO di Sanaa dan juga wilayah lainnya, sebagaimana dikabarkan Aljazeera, Rabu (12/8).

Salah satu warga Sanaa Mohammed Ali mengatakan kepada Aljazeera, ia berharap ada pertolongan yang datang dari berbagai organisasi. “Semoga Allah menolong kami…kami tidak memiliki sesuatu pun untuk membantu kami,” kata Ali.

Di pusat pemerintahan Maarib Timur, Sanaa, 30 orang termasuk 19 anak dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan, di kamp pengungsian provinsi, 1.340 keluarga kehilangan tenda mereka karena dirobohkan air bah. Pemerintah Yaman juga melaporkan tujuh orang meninggal dunia di Provinsi Lahij ketika kendaraan mereka dihantam arus. Empat orang lainnya meninggal dunia di jalan yang menghubungkan provinsi di selatan dan Hadramawt and Shabwa.

Sejak awal Agustus lalu, badai terus berlangsung di sekitaran Teluk Aden dan Selatan Laut Merah, sedikitnya 17 nyawa dilaporkan meninggal dunia di utara wilayah Maarib.

Dilansir dari Reliefweb, hujan deras dan banjir pertama kali mengguyur Yaman pada April. Curah hujan bertambah deras pada Juni dan berkonsentrasi di kegubernuran  yang ada di selatan dan Timur. Kegubernuran Marib, Hajjah, Raymah, Al Mahwit dan Al Hudaydah disebut sebagai wilayah yang terdampak parah.

Selain bencana alam, Yaman juga masih dirundung krisis kemanusiaan. Kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, hingga krisis air bersih akibat konflik berkepanjangan terus menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat Yaman. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, negara yang didapuk sebagai negara termiskin di Semenanjung Arab ini sangat membutuhkan perhatian besar, khususnya bantuan kemanusiaan. "Sejak konflik besar mendera Yaman pada 2015, ACT senantiasa menyalurkan kepedulian dermawan Indonesia untuk masyarakat Yaman, baik berupa bantuan pangan, medis, maupun air bersih. Insyaallah, dukungan kuat dari masyarakat Indonesia akan membantu mereka bertahan di tengah krisis," ujar Said. []


Bagikan