Banjir Bandang Garut, Warga Terdampak Mulai Bebenah

Banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/10) pagi. BPBD Kabupaten Garut melaporkan banjir bandang disebabkan luapan Sungai Cilauteureun dan Cipalebuh.

Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Garut disebabkan meluapnya Sungai Cilauteureun dan Cipalebuh. (Dok. Istimewa)

ACTNews, GARUT – Warga Jalan Bantarwaru Cisegel, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, mulai membereskan lingkungan dari hantaman banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, Senin (12/10) pagi. Warga tokus pada pembersihan sisa lumpur yang menggenangi ruas jalan utama permukiman mereka. Sebelumnya, air bah disertai lumpur merendam empat desa di tiga kecamatan itu disebabkan luapan Sungai Cilauteureun dan Cipalebuh.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, banjir menerjang Garut pada Senin (12/10) pukul 04.00 WIB. Desa Bojong di Kecamatan Pameungpeuk, Desa Sagara dan Desa Mekarsari di Kecamatan Cibalong, dan Desa Cijambe Kecamatan Cikelet terdampak. Jalur Garut Pameungpeuk sempat tidak bisa dilalui total karena tertimbun material.


Warga Jalan Bantarwaru Cisegel, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, mulai membereskan lingkungan dari hantaman banjir bandang, Senin (12/10) siang. (ACTNews)

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Garut Mochamad Dani Ramdani melaporkan, saat ini kebutuhan mendesak para korban adalah bahan makanan, air bersih, semprotan pembersih, alat-alat pembersih, dan dapur umum. “Saat ini tim ACT Garut pun sudah menugaskan relawan untuk asesmen kondisi di sana,” kata Dani, Senin (12/10) siang.

Dilansir dari Antara, Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan ribuan orang harus mengungsi karena musibah ini. Warga pun mengungsi ke rumah-rumah kerabat yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa karena musibah ini. Sementara, data keseluruhan korban terdampak masih dilakukan pemerintah setempat.[]