Banjir Bandang Landa Sigi, Warga Mengungsi, Masjid dan Sekolah Rusak

Banjir bandang yang terjadi di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Sigi, Sabtu (27/3/2021) mengakibatkan 899 jiwa mengungsi. Selain Marowala, 12 kecamatan di Sigi juga masuk ke dalam kawasan yang berpotensi banjir dan banjir bandang.

Masyarakat Relawan Indonesia Sulawesi Tengah membantu warga membersihkan rumah dari lumpur. (ACTNews)

ACTNews, SIGI — Bencana kembali menerjang wilayah Sulawesi Tengah. Kali ini banjir bandang terjadi di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (26/3/2021). Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat 899 jiwa harus mengungsi, dua unit rumah rusak berat, 75 rusak sedang dan  215 rusak ringan. 

Selain rumah, banjir bandang juga merusak satu unit kantor desa, dua unit PAUD, satu unit sekolah dasar, satu dan unit masjid. Bahkan jalan desa sepanjang 800 meter tertimbun material yang terbawa banjir. BNPB menyebutkan, banjir bandang diakibatkan air sungai Kalipondo yang meluap pada Jumat (26/3/2021), pukul 20.30 WIB.

Koordinator Program Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Tengah, Mustafa, menjelaskan, merespons awal musibah ini, Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Tengah bersama Masyarakat Relawan Indonesia-ACT turut melakukan evakuasi korban.

“Saat ini tim kami masih melakukan asesmen. Kebutuhan paling penting yang dibutuhkan para korban adalah makanan, sandang, dan air bersih,” ujar Mustafa, Ahad (28/3/2021).

Walaupun sebagian warga sudah kembali ke rumah, lanjut Mustafa, ia mengimbau warga untuk mengikuti arahan BNPB untuk tetap waspada. Berdasarkan data InaRisk BNPB, wilayah Kecamatan Marawola termasuk ke dalam 12 kecamatan di Sigi yang berpotensi terjadi banjir dan banjir bandang. Sementara itu, BMKG memprediksi, wilayah Kecamatan Marawola  akan terjadi hujan petir pada Ahad. []