Banjir Bandang Mengisolasi Satu Dusun di Sumut

Banjir bandang yang terjadi pada Ahad (29/12) dini hari tadi menyebabkan 11 rumah terendam dan 3 rumah hanyut di Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara. Selain itu, banjir memutus akses jalan sebuah dusun sehingga terisolir.

Salah satu warga sedang memantau Sungai Lubuk Natiko. (ACTNews)

ACTNews, LABUHANBATU, LABUHANBATU UTARA – Banjir bandang menerjang Kabupaten Labuhanbatu  dan Labuhanbatu Utara. Belasan rumah terendam, sementara belasan rumah lainnya hanyut terbawa banjir. Sebanyak 11 rumah di Dusun Aek Pala, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, dan 3 rumah hanyut di Dusun Siria-Ria, Desa Pematang, Labuhanbatu Utara.

Selain itu, banjir yang terjadi pada Ahad (29/12) dini hari tersebut juga menyebabkan rusaknya sebuah jembatan penghubung Dusun Padang Nabidang menuju Dusun Siria-Ria. Akibatnya, Dusun Siria-Ria sementara terisolasi.

“Sampai hari ini, akses darat menuju ke lokasi tidak bisa dilewati akibat jalan juga tertutup oleh material batu dan kayu,” ungkap Sakti Wibowo dari tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Utara.

Warga sedang membersihkan sisa longsoran akibat banjir. (ACTNews)

Berdasarkan data yang didapatkan tim ACT dan MRI di lapangan, banjir bandang ini diduga disebabkan hujan deras hingga memicu meluapnya Sungai Lubuk Natiko dan Siria-Ria. Arus banjir membawa material kayu dan batu dari arah hulu hingga ke permukiman warga.

Menanggapi bencana ini, tim ACT serta MRI Sumatra Utara turun ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen serta melakukan pembersihan di rumah-rumah warga yang terdampak oleh longsor serta material yang dibawa oleh arus banjir. “Saat ini kita tengah melakukan asesmen di lokasi terdampak, sekaligus membantu warga membersihkan jalan dan rumah-rumah mereka yang terkena longsoran akibat banjir. Sejauh ini warga membutuhkan terpal, atap seng, sembako, kebutuhan dasar, serta alat-alat dapur mengingat akses yang masih terputus,” tutur Sakti.

Tim ACT dan MRI juga segera mengirimkan beberapa bantuan awal. Sakti mengatakan, mereka sedang mengusahakan bantuan untuk dapat sampai secepatnya menjangkau para korban terdampak. “Kita sudah menyiapkan bantuan awal berupa logistik dan terpal untuk para korban. Bantuan sedang dalam proses dan kita mengusahakan, mudah-mudahan dapat sampai secepatnya kepada para korban terdampak,” ujar Sakti.

Dilansir dari Detik, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Begitu juga dengan laporan BPBD Labuhanbatu Utara dikutip dari Tempo.

"Korban jiwa sampai pagi ini belum ada. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa. Kerugian sedang di data karena lokasi banjir bandang sporadis di berbagai lokasi dan sulit dijangkau karena berada di kaki Pegunungan Bukit Barisan," ujar Riadil Akhir Lubis, Kepala Pelaksana BPBD Labuhanbatu Utara. []