Banjir Bandang Pekalongan Hancurkan Warung Arif

Banjir bandang meterjang rumah dan warung makan milik Arif di Kecamatan Kedungwingi, Pekalongan. Warung tersebut adalah satu-satunya sumber penghasilan keluarga Arif.

banjir di pekalongan
Arif bersama kedua anaknya melihat rumah dan warung yang hancur akibat banjir. (ACTNews/ACT Pekalongan)

ACTNews, PEKALONGAN – Banjir bandang pada Rabu (19/1/2022) malam turut menyapu rumah dan warung makan milik Arif di Desa Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kepada tim ACT Pekalongan, Arif mengatakan usaha warung tersebut baru ia jalani selama 2,5 tahun. Usaha inilah yang menjadi penopang kehidupan keluarga, terutama pendidikan keenam orang anak Arif. 

“Istri yang lebih sering tunggu warung sementara saya, kalau ada yang mengajak, saya ikut kerja sebagai kuli bangunan. Kalau tidak ada pekerjaan kuli, saya bantu istri jualan dan mengurus anak-anak,” katanya, Jumat (21/1/2022).

Kronologi banjir yang menghanyutkan rumah dan warung Arif bermula pada Rabu pukul 17.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kecamatan Kedungwuni. Sekitar pukul 18.00 WIB, Bendungan Kletak yang berjarak 1 kilo meter dari rumah Arif jebol dan menyapu permukiman warga.

“Setelah informasi bendungan jebol warga langsung mengungsi. Enggak lama, air setinggi 3,5-4 meter datang. Banjir rusak rumah yang ada di pinggir saluran air,” cerita Arif.

Sementara itu, Aditya Nugraha dari tim ACT Pekalongan mengatakan, selain butuh bantuan untuk merenovasi rumah dan warung, keluarga Arif juga membutuhkan bantuan darurat berupa air bersih dan pangan. “Keluarga pak Arif dan warga Desa Kedungwuni membutuhkan bantuan darurat. Selain itu, warga juga membutuhkan bantuan tenaga untuk bantu membereskan rumah. Warga yang rumahnya rusak berat masih menumpang di kerabat,” kata Aditya.[]