Banjir Bandang Rusak Rumah, Sumber Air dan Lahan Pertanian di Pasaman

Banjir bandang di Pasaman merusak rumah, sumber air, dan lahan pertanian yang hampir panen. Warga berharap bantuan air bersih serta modal agar bisa kembali bercocok tanam.

banjir pasaman
Rumah warga di Jorong Lundar rusak akibat banjir bandang. (ACTNews/Agusriadi)

ACTNews, PASAMAN – Banjir bandang yang terjang Jorong Lundar, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman pada Ahad (13/2/2022) merusak rumah, sumber air bersih dan lahan pertanian warga. Warga berharap bantuan air bersih dan modal bercocok tanam karena tahun ini sudah dipastikan gagal panen.

Salah seorang korban banjir, warga Desa Lundar Andi mengatakan, saat ini warga membutuhkan air bersih dan air mineral siap minum. Karena sumber air tertimbun atau rusak akibat material banjir.

“Alhamdulillah, terima kasih. Saat ini air mineral yang sangat kami butuhkan. Sumur dan sumber air tertimbun. Kalaupun ada sumber air, airnya pasti keruh” ujar Andi, Selasa (15/2/2022).

Ahmad Diar Kepala Cabang ACT Pasaman Barat mengatakan daerah Desa Lundar, Kecamatan Panti merupakan daerah yang rawan banjir bandang. Akibat bencana banjir ini, puluhan rumah hingga sejumlah fasilitas umum rusak berat.

“Kepala Jorong Lundar menyebutkan sedikitnya ada 50 rumah warga yang terendam banjir pada minggu sore (13/2/2022). 20 rumah di antaranya mengalami rusak berat,” ujar Ahmad Diar. 


MRI-ACT Pasaman memberikan bantuan paket pangan dan air mineral untuk korban banjir di Kecamatan Panti. (ACTNews/Agusriadi) 

Diar melanjutkan, tak hanya rumah dan infrastruktur, banjir bandang juga merusak lahan pertanian. Petani pasrah melihat sawah dan kebun mereka yang sudah mendekati masa panen rusak disapu air bah. “Petani sudah mengeluarkan modal banyak, bahkan ada yang berutang. Apalagi saat ini harga pupuk mahal,” jelasnya. 

Untuk meringankan beban para korban, di tahap pertama ACT-MRI Pasaman mendistribusikan bantuan paket pangan dan air mineral, Selasa (15/2/2022). Sebanyak 30 paket pangan dan air mineral diserahkan kepada warga yang menjadi korban.[]