Banjir Besar Kepung Samarinda, MRI-ACT Kaltim Siaga

Pantauan terkini sampai Senin (10/6), kondisi banjir bahkan meluas dengan rata-rata ketinggian air bah 30-75 cm.

Banjir Besar Kepung Samarinda, MRI-ACT Kaltim Siaga' photo

ACTNews, SAMARINDA - Hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (6/6) di Kota Samarinda telah memicu banjir bandang, hampir di seantero kota. Berdasarkan pemantauan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Timur (Kaltim), tinggi air banjir mulai 25 sentimeter hingga 1 meter, mayoritasnya setinggi pinggang orang dewasa.


Pantauan terkini sampai Senin (10/6), kondisi banjir bahkan meluas ke wilayah Karang Mumus Ilir, Kelurahan Sempaja Timur, Kelurahan Gunung Lingai dengan rata-rata ketinggian air bah 30-75 cm. Imbas bencana besar ini, Walikota Samarinda telah menetapkan status Tanggap Darurat Terhitung mulai tanggal 7 Juni s/d 13 Juni 2019.


Secara keseluruhan setidaknya ada lima wilayah mencakup tiga kelurahan yang terkepung banjir. Wilayah tersebut antara lain Kelurahan Sempaja Utara dan Kelurahan Sempaja Timur di Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Gunung Lingai dan Kelurahan Temindung Permai di Kecamatan Sungai Pinang, serta Kecamatan Bukit Pinang.


Ketua MRI Kaltim Nuraini mengungkapkan, jumlah korban terdampak sudah terdata di sejumlah wilayah. Di Kelurahan Sempaja Timur ada 735 keluarga atau setara 2.327 jiwa yang terdampak. Sedang di Kelurahan Temindung Permai ada 4.437 keluarga atau setara 14.237 jiwa dan di Kelurahan Gunung Lingai ada 750 keluarga atau setara 2.429 jiwa.




Merespons dengan cepat, tim ACT dan MRI Kaltim pun langsung berkoordinasi dan bekerja sama dengan BPBD setempat terkait perizinan relawan untuk turut andil memantau debit air di pintu Bendungan Benanga. “Juga untuk mengunjungi pemukiman yang terkena dampak demi membantu evakuasi warga yang ingin mengungsi, serta mendata kebutuhan prioritasnya,” tambah Nuraini.  


Sejak banjir mengepung Kota Samarinda, kata Nuraini, sebagian warga ada yang pergi mengungsi ke kediaman sanak-saudaranya di wilayah bebas banjir, ada pula yang masih bertahan di rumah dan posko pengungsian terdekat. Hingga Senin (10/6), tim ACT dan MRI Kaltim masih terus memantau dan mendampingi warga terdampak banjir untuk kemudian mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan prioritas.


“Ke depannya, target kami akan mendirikan Dapur Umum untuk asupan pangan yang konsisten bagi para korban terdampak banjir. Bagaimanapun rumah mereka masih belum bisa dipakai untuk beraktifitas normal, apalagi untuk masak,” kata Nuraini.


Tak hanya itu, tim ACT Kaltim pun juga turut menyalurkan bantuan berupa pakaian baru dan layak pakai bagi warga yang mengungsi. Muhammad Iqbal selaku program ACT Kaltim mengatakan, “Insyaallah Dapur Umum dan konsumsi bagi para pengungsi tengah disiapkan, akan segera kami distribusikan. Sejauh ini yang masih menjadi kebutuhan mendesak memang logistik dan makanan.” []

Bagikan