Banjir Besar Terulang Lagi di Bima, 45.447 Warga Terdampak

Banjir Besar Terulang Lagi di Bima, 45.447 Warga Terdampak

ACTNews, KOTA BIMA - Momen hari libur di akhir Maret 2017 tak sempat membawa bahagia bagi sebagian besar warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Bahagia itu lenyap disapu derasnya banjir bandang. Sekali lagi, Kota Bima, kota di tepian Teluk Bima itu lumpuh disapu banjir bandang.

Ahad petang (26/7) banjir bandang datang lagi menyapu lima kecamatan sekaligus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bima mengatakan, kurang lebih 4.277 warga mengungsi di 32 titik pengungsian.

Mengutip laman Antara, sampai Ahad tengah malam pukul 24.00 WITA banjir bandang menggulung 22 kelurahan di lima kecamatan. Banjir merendam empat kelurahan di Kecamatan Rasanae Timur antara lain Kelurahan Kumbe, Dodu, Nungga, Kodo. Kemudian di Kecamatan Raba banjir merendam tiga kelurahan meliputi Kelurahan Penaraga, Kendo, Ntobo.

Lalu di Kecamatan Mpunda, banjir bandang di Ahadsore itu menggulung delapan kelurahan yakni Kelurahan Penatoi, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Monggoano, Panggi, dan Matakando.

Banjir meluas lagi sampai ke Kecamatan Rasanae Barat banjir merendam enam kelurahan meliputi Kelurahan Tanjung, Paruga, Dara, Sarae, Pane, Nae. Hingga ke Kecamatan Asakota banjir juga membuat warga di Kelurahan Melayu terpaksa mengungsi.

Kabar tentang terulang kembali banjir ini tentu menyakitkan. Sebab, baru di akhir Desember 2016 kemarin Kota Bima lumpuh total dihantam banjir bandang juga di lima kecamatan sekaligus. Kota Bima yang tak terlalu besar memang hanya memiliki wilayah administratif seluas lima kecamatan. Banjir Bandang Desember 2016 lalu melumpuhkan seluruh kota. Dan kini, banjir itu terulang lagi. Kembali membuat lumpuh seluruh kota.  

Penyebabnya masih serupa, terulangnya kembali banjir bandang di Kota Bima dipicu oleh derasnya curah hujan di wilayah hulu Sungai Padolo dan Sungai Salo, berhulu di sekitar Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Dari sebelah Timur Kota Bima, Sungai besar Padolo mengalir sampai ke laut lepas di Teluk Bima. Volume air yang membludak luarbiasa ketika curah hujan melebat di hulu, akhirnya meluapkan lagi Sungai Padolo. Begitupun dengan meluapnya Sungai Salo. Akhirnya banjir kembali terulang, ketinggian air banjir Ahad(26/7) kemarin sampai melebihi 1 meter.

“Banjir pertama kali mulai meluap dan masuk ke rumah warga pada Ahad sore sekitar pukul 17.00 WIB,” kata Kepala BPBD Kota Bima, H Syarafuddin. Saat sebagian besar warga Kota Bima sedang bersiap menunaikan Shalat Maghrib banjir perlahan meluas dan meninggi sampai puncaknya sekitar 75 sentimeter sampai 1 meter.

BPBD Kota Bima dalam rilisan persnya merangkum data, banjir Bima yang terulang lagi Ahad kemarin (26/7) membuat kalut 45.447 jiwa warga atau sekira 11.793 kepala keluarga di 22 Kelurahan.

Selain itu, kerusakan infrastruktur akibat terulang kembali banjir bandang ini meliputi 77 hektare luasan sawah rusak. 15 hektare di antaranya rusak berat atau gagal panen. Kemudian banjir juga merendam 6 bangunan sekolah setingkat SD sampai SMP di lima kecamatan sekaligus. Banjir juga kembali menyisakan lumpur di dua bangunan puskesmas dan hampir seluruh ruas jalan Kota Bima.

Pemkot Bima tetapkan status Tanggap Darurat Banjir

Menyimak luasnya skala banjir badang, Pemerintah Kota Bima sudah menetapkan status darurat Tanggap Bencana Banjir mulai dari Ahad (26/7) sampai dengan Kamis (30/3). Penetapan status Tanggap Darurat Banjir ini berarti pengerahan seluruh stakeholder untuk ikut terlibat memulihkan Kota Bima.

Sejumlah relawan Aksi Cepat Tanggap di Kota Bima pun sudah dikerahkan untuk bantu memulihkan segera. Upaya paling mendesak untuk diselesaikan adalah bersihkan lumpur sisa banjir dari infrastruktur bangunan, hingga distribusi makanan siap saji untuk warga di sejumlah lokasi terdampak banjir paling parah. Sampai tulisan ini diunggah pun BPBD Kota Bima menakar masih ada sekira 1.285 warga yang mengungsi di empat titik posko pengungsian, kebanyakan merupakan anak-anak, balita, perempuan dan lansia. []

Tag

Belum ada tag sama sekali