Banjir dan Longsor Lumpuhkan Desa Sajira Mekar, Lebak

Setidaknya 98 rumah, 2 musala, 1 pesantren, dan 58 hektare lahan pertanian rusak diterjang banjir di Desa Sajira Mekar,Kabupaten Lebak. Kerugian ditaksir mencapai 7 miliar.

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Desa Sajira Mekar, Lebak' photo
Pohon tumbang dan bangunan rusak masih tampak pascabencana banjir bandang menerjang desa Sajiramekar, Sajira, Lebak, Banten. Warga mulai tampak membersihkan rumah-rumah mereka dari material sisa banjir. (ACTNews/Akbar)

ACTNews, LEBAK – Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, namun subuh masih terlalu gelap. Awan hujan masih bergelayut di langit Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Di Rabu (1/1) pagi itu, banjir bandang menerjang seisi desa. Bersyukur warga yang sudah mulai beraktivitas dapat menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa.

Sedikitnya, 98 rumah, 2 musala, 1 pesantren, dan 58 hektare lahan pertanian rusak diterjang banjir di Desa Sajiramekar. “Kalau kerugian minimal ditaksir 7 miliar. Hingga kini, warga yang rumahnya rusak mengungsi di rumah keluarga masing-masing,” terang Kepala Desa Sajira Mekar Zaenudin kepada ACTNews, Sabtu (4/1). Ia mengatakan, sejumlah warga yang rumahnya rusak parah akan direlokasi ke wilayah yang lebih aman.

Terletak persis di sisi Sungai Ciberang, Kecamatan Sajira menjadi salah satu wilayah terdampak parah banjir bandang awal tahun. Sungai yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu meluap.

Suhadi, warga Desa Sajira Mekar, mengatakan banjir yang menerjang setinggi tiga meter. Warga pun mengevakuasi diri. “Sekarang warga butuh bantuan pakaian, sembako, bangunan juga kalau bisa,” harap Suhadi.

Begitu pun Hartini, ibu rumah tangga warga Sajira Mekar itu menceritakan, banjir juga menghilangkan seluruh harta benda warga. “Barang-barang hilang, pemasak nasi, televisi, kulkas,” akunya.

Selain di Kecamatan Sajira, banjir menerjang lima kecamatan lain di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Maja, dan Cimarga.

Badan Nasional Penanggulangan Daerah (BPBD) Banten mencatat, sedikitnya 11.400 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Lebak. Sembilan orang dinyatakan menjadi korban jiwa. 27 unit jembatan rusak, 520 rumah rusak ringan, 1.310 rumah rusak ringan, dan 3 unit sekolah rusak. Pemerintah pun menetapkan status tanggap darurat Kabupaten Lebak sampai 14 Januari 2020.[]


Bagikan