Banjir dan Longsor Tutup Akses Dua Kecamatan di Pekalongan

Aditya Nugraha dari tim Tanggap Darurat ACT Pekalongan mengatakan, pada Rabu pagi, jalan utama Pekalongan-Banjarnegara di Kecamatan Petungkriyono tertutup material longsor.

banjir di pekalongan
Rumah warga di Pekalongan terendam banjir. (ACTNews)

ACTNews, PEKALONGAN – Hujan yang mengguyur Pekalongan sejak Selasa (18/1/2022) malam hingga Rabu (19/1/2022) memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pekalongan.

Aditya Nugraha dari tim Tanggap Darurat ACT Pekalongan mengatakan, pada Rabu pagi, jalan utama Pekalongan-Banjarnegara di Kecamatan Petungkriyono tertutup material longsor. Saat tim gabungan melakukan proses pembersihan, hujan kembali turun. “Takut ada longsor susulan, tim ditarik kembali ke posko masing-masing,” katanya, Kamis (20/1/2022). 

Aditya melanjutkan, dalam perjalanan pulang, tim tertahan banjir bandang Sungai Petungkriyono hingga merusak jembatan Dusun Sokokembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono. Kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak bisa melintas. 

“Jadi akses jalan dari Kecamatan Petungkriyono ke arah Kecamatan Doro lumpuh. Jembatan rusak dan terdapat titik longsor baru di jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut,” jelasnya. 

Di samping banjir bandang dan longsor di Petungkriyono, hujan dengan intensitas tinggi juga membuat sungai Sengkarang, Sungai Loji, dan Sungai Welo di Pekalongan meluap. Bahkan tanggul Sungai Sengkarang jebol hingga membuat rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Tirto dan Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan terendam.  

Aditya menjelaskan, saat ini tim relawan tengah melakukan asesmen ke lokasi terdampak. Semalam juga relawan membantu warga menutup tanggul jebol. “Jumlah warga dan rumah yang menjadi korban di masing-masing lokasi terdampak masih pendataan,” jelasnya.[]