Banjir di Kabupaten Banjar, Petani Desa Pematang Baru Merugi

Musibah banjir di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar, mengakibatkan kerugian di sektor pertanian di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur.

Banjir masih menggenang di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Banjir masih menggenang di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, hingga Rabu (10/2). Berakibat pada kerugian di sektor pertanian di desa ini. (ACTNews/Achmad Ridho Indra)

ACTNews, MARTAPURA – Saat Tim ACT Kalsel menyambangi desa ini, masih terdapat rumah yang tergenang banjir. Sudah dua bulan desa ini tergenang banjir, yang praktis menghambat aktivitas warga desa ini sampai pada Rabu (10/2) siang.

Tak hanya itu, kerugian juga dirasakan warga Desa Pematang Baru yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Bahkan diakui Arbain selaku Kepala Desa Pematang Baru, banyak benih-benih padi yang ditanam oleh petani di desa ini mengalami kerusakan. “Ada benih padi yang sudah membusuk. Sehingga, untuk kerugian akibat rusaknya sawah pasca banjir, tidak dapat dihitung untuk sementara ini,” kata Arbain.

Akibat rusaknya benih padi di Desa Pematang Baru, praktis para petani di desa ini tak dapat melanjutkan aktivitas bertani. Sehingga, Arbain berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk kesejahteraan petani. “Musibah banjir ini memberikan pelajaran bagi kita. Karena baru tahun ini banjirnya yang lumayan dahsyat. Mudah-mudahan ada respons dari pemerintah,” imbuh Arbain.


Tentunya musibah banjir di Kalsel, khususnya di Kecamatan Martapura Timur yang berdampak pada sektor pertanian menjadi perhatian bagi ACT Cabang Kalsel. Menurut Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin, selain memenuhi kebutuhan pangan petani terdampak di Desa Pematang Baru, ACT Cabang Kalsel akan berupaya memulihkan perekonomian warga sekitar, khususnya di sektor pertanian yang menjadi hajat hidup masyarakat.

“Insyaallah, tim kami akan berupaya memulihkan perekonomian agar para petani bisa bangkit kembali setelah menghadapi musibah banjir. Saat ini, tim kami di lapangan tengah melakukan pendataan lebih lanjut terkait dengan dampak kerusakan akibat banjir, salah satunya di sektor pertanian,” kata Zainal.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, sedikitnya 33.309 hektare lahan pertanian di Kabupaten Banjar mengalami kerusakan akibat musibah banjir bandang beberapa waktu lalu. []