Banjir di Kabupaten Sekadau, Ribuan Jiwa Terpaksa Mengungsi

Hujan dengan intensitas tinggi dalam dua pekan terakhir memicu luapan air Sungai Kapuas Hulu di Kabupaten Sekadau. Akibatnya, air menggenangi permukiman warga.

banjri Kalbar
Relawan MRI-ACT distribusikan bantuan paket pangan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (ACTNews)

ACTNews, KALIMANTAN BARAT  Banjir terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, yang mengakibatkan ribuan rumah warga terendam air. Bencana ini dipicu tingginya intensitas hujan dalam dua pekan terakhir, sehingga membuat Sungai Kapuas Hulu meluap.

"Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, sebanyak 2.541 unit rumah terendam akibat peristiwa ini," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan yang diterima ACTNews, Jumat (29/10/2021).

Abdul menambahkan, banjir ini menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Sekadau yakni Desa Mungguk, Desa Sungai Ringin, Desa Tanjung, Desa Merapi, Desa Seberang Kapuas dan Desa Penit yang berada di Kecamatan Sekadau Hilir. Kemudian Desa Belintang I dan Desa Belintang II di Kecamatan Belitang.

"Selain merendam rumah warga, banjir ini juga berdampak pada sedikitnya 2.541 keluarga atau 8.430 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 571 keluarga atau 1.879 jiwa di antaranya mengungsi akibat kejadian ini," jelasnya.

Kini, sebagaian warga mencari tempat yang lebih aman. Meski begitu, sebagian warga lainnya memilih bertahan di dalam rumah dengan memanfaatkan meja dan kursi. Namun, berbagai masalah muncul. Warga mulai kekurangan bahan makanan. Persediaan semakin menipis seiring lamanya banjir

Merespons kondisi ini, Kamis (28/10/2021), tim ACT-MRI Kalimantan Barat menyambangi Desa Munggok, Kabupaten Sekadau. Mereka mulai menyalurkan bantuan berupa paket pangan kepada korban terdampak banjir. Untuk mengantar paket pangan ke masing-masing rumah, banjir harus diterjang.

"Terima kasih kepada dermawan yang telah menyalurkan dukungannya untuk warga terdampak banjir,” ungkap Nircho Dwi Anggoro dari tim Program ACT Kalimantan Barat.[]