Banjir di Kawasan BTN Gajah Mada Sentani Belum Juga Surut

Hingga Senin (1/3/2021) banjir di kawasan perumahan BTN Gajah Mada, Sentani, Jayapura belum juga surut. Sementara waktu, warga pun mengungsi ke musala terdekat.

Masyarakat Relawan Indonesia Jayapura membantu warga di Perumahan BTN Gajah Mada mengevakuasi barang-barang karena banjir. (ACTNews)

ACTNews, JAYAPURA – Kawasan BTN Gajah Mada di Distrik Sentani, Jayapura, Papua kembali terendam banjir. Berdasarkan laporan Masyarakat Relawan Indonesia Jayapura, hingga Senin (1/3/2021) air setinggi 50-100 cm masih menggenangi kawasan tersebut.

Relawan MRI Jayapura Untung Irianto melaporkan, saat ini masyarakat memilih mengungsi ke musala terdekat yang tidak tergenangi banjir. Selama dua hari, relawan turut membantu warga mengevakuasi barang-barang dan mendistribusikan bahan makanan.

“Bantuan swadaya dari masyarakat di dekat lingkungan terdempak. MRI Jayapura turut membantu karena para warga, khususnya para ibu, tidak berani menerjang banjir,” kata Untung. Sejumlah 100 kilogram bantuan beras beserta telur dibagikan untuk masyarakat terdampak. Menurut Untung, sejak banjir besar 2019 lalu, kawasan BTN Gajah Mada kini menjadi daerah langganan banjir.

Banjir Setani 2019

Dua tahun lalu, tepatnya 16 Maret 2019, banjir besar menerjang Distrik Sentani. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional, musibah kala itu menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp 668 miliar.

Banjir bandang yang melanda 9 kelurahan di Kecamatan Sentani juga menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum di beberapa titik. Kerusakan di BTN Doyo Baru, misalnya, hingga kini meliputi 9 rumah hanyut, serta Jembatan Doyo dan Jembatan Kali Ular mengalami kerusakan. Bahkan, 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani juga mengalami kerusakan.

Dalam penanganan bencana tanggap darurat tersebut, Aksi Cepat Tanggap bersama Masyarakat Relawan Indonesia Jayapura turut melakukan evakuasi dan segera mendirikan posko kemanusiaan dan pembukaan dapur umum.[]