Banjir di Pasuruan Rusak Rumah, Jembatan, dan Lahan Pertanian

Banjir di Pasuruan merusak rumah, lahan pertanian, dan jembatan. Satu orang meninggal dan sejumlah hewan ternak sapi dan kambing mati.

banjir di pasuruan
Material rumah warga yang ambruk dihantam banjir di Pasuruan pada Selasa (8/3/2022). (ACTNews)

ACTNews, PASURUAN – Banjir yang dipicu luapan Sungai Welang di Kabupaten Pasuruan pada Selasa (8/3/2022) merendam Desa Sukorejo di Kecamatan Pohjentrek dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton. Muhammad Al Amin Sholeh dari tim ACT Pasuruan mengatakan, satu orang meninggal, 6 rumah warga hanyut, 4 orang luka-luka, satu jembatan rusak, dan  sejumlah hewan ternak sapi dan kambing mati. 

“Banjir saat ini sudah surut, per Rabu (9/3/2022), data BPBD Pasuruan menerangkan warga terdampak banjir mencapai 7.275 orang atau 3.325 KK. Sekitar 137 hektar lahan pertanian terendam banjir dengan ketinggian air 30-150 sentimeter,” katanya, Kamis (10/3/2022). 

Amin juga menjelaskan, warga saat ini sudah mulai melakukan bersih-bersih rumah dari sisa material banjir dengan alat seadanya. Kebutuhan warga terdampak banjir adalah air bersih, makanan siap santap, alat kebersihan, dan bahan makanan/

Salah satu korban banjir Khamil (62) mengatakan kejadian berlangsung cepat. Semua dokumen dan uang tabungan hilang tergulung luapan air Sungai Welang. “Rumah rusak total tak bisa ditempati, sekarang menumpang sementara ke rumah cucu,” jelasnya.[]