Banjir di Pekalongan Landa Wilayah Hulu dan Hilir

Banjir melanda wilayah hulu hingga hilir Pekalongan. Sejumlah jembatan dan rumah warga terendam dan rusak.

banjir pekalongan
Warga melintasi banjir di Kelurahan Tirto. (ACTNews)

ACTNews, PEKALONGAN – Banjir yang merendam sejumlah desa di Pekalongan belum surut hingga Kamis (20/1/2022) malam. Beberapa wilayah yang masih terendam adalah Kelurahan Tirto, Desa Sidomulyo, Desa Kramatsari, Desa Panjang Baru dan Desa Kandang Panjang. 

Anis Rosella Pitaloka dari tim ACT Pekalongan mengatakan, ketinggian air di beberapa bervariasi mencapai dari 15 cm sampai 80 cm. Warga mengungsi ke beberapa titik di antaranya 40 jiwa mengungsi ke TPQ Al Hikmah Tirto, 20 jiwa ke Mushola Baiturrahman Bendan Kergon, 9 jiwa SDI Baitussalam Pesindon, dan 49 jiwa ke Gedung Serbaguna Sampangan Kelurahan Kauman.

Selain wilayah Tirto yang merupakan wilayah hilir Pekalongan, banjir juga menerjang wilayah hulu yakni Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Kedungwuni. Di Kecamatan Kedungwuni empat desa yakni Desa Rowocacing, Desa Kranji, Desa Pengampon dan Desa Pakis Putih diterjang banjir bandang. 

“Paling parah Petungkriyono dan Kedungwuni karena jembatan ambruk, tanggul sungai Sengkarang jebol, dan rumah warga rusak. Sekitar 10 rumah warga di Desa Kedungwuni rusak akibat diterjang banjir bandang. Saat ini sudah surut, warga mulai membersihkan sisa material yang dibawa banjir,” jelas Anis.

Saat ini kebutuhan mendesak warga korban banjir adalah makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, vitamin, perlengkapan bayi, dan perlengkapan tidur. Bantuan bisa disalurkan melalui ACT Pekalongan atau laman Indonesiadermawan.id.[]