Banjir Dua Pekan, Warga Sintang Kesulitan Makanan dan Air Bersih

Selama 14 hari banjir merendam 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

banjir kalbar
Banjir merendam salah satu masjid di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. (ACTNews)

ACTNews, KALIMANTAN BARAT — Selama 14 hari banjir merendam 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Warga setempat mengalami kesulitan air bersih dan makanan.

Sebanyak 24.522 KK atau 87.496 jiwa terdampak, 21.000 unit rumah terendam, dan ratusan fasilitas umum rusak akibat banjir. Nahas, banjir juga merenggut dua nyawa.

Tim Program Kalimantan Barat Nircho Dwi Anggoro menjelaskan, para penyintas membutuhkan sejumlah bantuan. Bantuan mendesak untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Tak ada yang bisa mereka lakukan usai bencana, sebab banjir membuat barang berharga dan stok kebutuhan mereka tak bisa lagi dimanfaatkan.

“Korban banjir kini kesulitan untuk mendapat makanan siap saji, mereka juga sulit untuk mendapat air bersih karena saluran air terkontaminasi dan rusak,” ujar Nircho saat dihubungi, Selasa (11/11/2021).

Saat ini, para korban kini hanya mengandalkan pemberian air bersih dari donatur. Untuk itu, MRI-ACT Kalbar tengah memaksimalkan upaya dalam menyediakan bantuan air, pangan, dan alat kebersihan. 

Korban banjir juga memerlukan obat-obatan dan alat kebersihan. Menurut Nircho, kebutuhan ini menjadi penting, mengingat banjir yang selama dua pekan memunculkan berbagai penyakit. “Ikhtiar kami tentu tidak akan maksimal tanpa bantuan dermawan,” tegas Nircho.

Selain curah hujan yang tinggi, banjir di Kalbar juga disebabkan kerusakan daerah aliran sungai serta maraknya konversi lahan.[]