Banjir Ikut Hanyutkan Seluruh Penghasilan Maulida

Hampir dua pekan berlalu semenjak banjir menyapu warung kelontong Maulida di di tepi Sungai Martapura di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Tanpa penghasilan, kini ibu tunggal ini menghidupi anak-anaknya dengan uang tabungan dan barang-barang jualannya sendiri, dan tak jarang juga mengandalkan bantuan.

Maulida ketika ditemui di depan warungnya, Ahad (31/1/2021). (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, BANJAR – “Sampai sekarang enggak jualan. Habis kena pakai, kena makan. Ada punya simpanan (pun) untuk belanja anak. Kan anak ada dua, suami juga tidak ada sudah 3 tahun ini,” terang Maulida menunjukkan warung kelontongnya yang terletak di tepi Sungai Martapura di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Maulida masih kuat tersenyum meskipun dagangan di warungnya terlihat tak lagi memenuhi etalase. Banjir masih menggenangi teras warungnya sampai di mata kaki meskipun sudah sekitar dua pekan berlalu, semenjak banjir pertama kali menerjang sungai yang mengarah ke Pasar Terapung Lok Baintan tersebut.

Etalasenya sempat terendam habis saat banjir datang di hari pertama. Ia sempat mengungsi di lantai 2 rumahnya selama beberapa hari, dan ketika kembali ke warungnya, semuanya dagangannya beserta alat-alatnya telah rusak.

“Kan gelombangnya datang sebesar (setinggi) kapal. Kena pintu rolling rusak, barangnya habis, papannya lepas, pakunya juga di dalam sana,” kata Maulida, Ahad (31/1/2021), memperlihatkan seisi warungnya. Padahal hanya dari warung itulah ia membiayai sekolah dan kebutuhan sehari-hari dua anaknya.


Maulida memperlihatkan barang-barang yang tersisa di warungnya. (ACTNews/Yudha Hadisana)

Ia kini hanya bisa mengenang masa-masa sebelum banjir, di mana warungnya ramai pembeli baik dari masyarakat wisatawan, maupun para pengunjung yang hendak menuju Pasar Terapung Lok Baintan. Setelah warungnya sepi, selain bertahan pada tabungan Maulida kini juga bergantung pada bantuan yang kerap datang. “Apa yang ada saja dimakan,” katanya kembali tertawa.

Meskipun begitu, Maulida tak lantas menyerah. Ke depannya ia akan terus mempertahankan warung yang ditinggalkan oleh almarhumah ibundanya ini. “Ke depannya sih, mau terus jualan. Kan enggak ada usaha lain lagi untuk belanja anak, biaya sekolah anak. Pasar sudah ada (aktivitas) cuma masih sedikit yang jualan,” ujarnya.


Untuk mendukung usaha Maulida, Global Wakaf – ACT memberikan bantuan modal melalui Wakaf Modal Usaha Mikro pada Ahad (31/1/2021). Bantuan ini diharapkan dapat membantu lagi Maulida menjalankan lagi usaha warungnya setelah bencana berlalu.

“Sejauh ini termasuk dengan Ibu Maulida, kita juga menyalurkan dana wakaf para dermawan kepada 10 orang pelaku usaha di Lok Baintan. Di antaranya 5 bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro, dan 5 lainnya berupa Perahu Wakaf. Harapan kami dengan bantuan ini, mereka dapat bangkit kembali setelah bencana mereda,” ujar Moch. Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf – ACT. []