Banjir Kembali Hantam Kabupaten Garut

Banjir Kembali Hantam Kabupaten Garut

ACTNews, GARUT – Di momen Ramadhan 1438 Hijriyah, bencana banjir diberbagai daerah di Indonesia masih terus terjadi. Setelah Sabtu (3/6) kemarin, banjir menggenangi  Kabupaten Tolitoli, pada Senin malam (6/6), banjir kembali menerjang tiga Kecamatan di Kabupaten Garut yaitu: Tarogong Kaler, Tarogong Kidul dan Samarang.  

Adi Nugraha, Ketua Masyarakat Relawan Indonesia/MRI Garut mengungkapkan banjir terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur di tiga Kecamatan tersebut, yang menyebabkan meluapnya beberapa anak sungai Cimanuk yang melintasinya. Sehingga menggenangi ratusan rumah termasuk merendam Komplek Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) No.99  Rancabango, di Desa Rancabango Tarogong Kidul. Akibatnya 9 rumah di dalam komplek pesantren dan 7 rumah di komplek Asatidz (guru-guru-red) di belakang Pesantren terendam air, dengan ketinggian antara 50 cm hingga 1 meter.

Menurut Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Tito Baskoro, hampir semua komplek Pesantren Persis Rancabango terendam, termasuk rumah KH Aceng Zakaria, Pimpinan Pondok yang tergenang air setinggi 30 cm.

"Dari laporan Pimpinan Pesantren Rancabango, asrama putra terendam air hingga lebih dari 1 meter, asrama putri hanya tergenang di lapangannya," katanya, Senin.

Tito menuturkan, banjir yang melanda komplek Pondok Pesantren Rancabango terjadi saat tembok asrama putra jebol dihantam air sekitar pukul 22.15 WIB. Akibatnya air langsung masuk ke asrama putra.

"Masjid Ihya As Sunnah juga terendam, ruangan kelas di luar komplek pesantren juga terendam sekitar 1 meter," katanya.

Menurut Adi saat ini Tim Tanggap Bencana ACT dari MRI Garut dan MRI Kabupaten Bandung tengah menuju lokasi bencana dan segera  melakukan evakuasi barang berharga warga, serta melakukan pembersihan rumah warga dan Pesantren pasca-banjir.

Genangan air juga melanda komplek perumahan elit Pesona Intan Garut di Jalan Raya Samarang, Tarogong Kidul dan pemukiman penduduk lainnya di Kecamatan Tarogong Kaler dan Kecamatan Samarang.    

Adi mengungkapkan, kondisi terkini di lokasi yang terpapar banjir, genangan air sudah surut, namun meninggalkan lumpur tebal dan sampah. []

Tag

Belum ada tag sama sekali