Banjir Kepung Tiga Kecamatan di Paser

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser melaporkan, selain luapan dua sungai, banjir juga disebabkan air kiriman dari wilayah hulu dan Daerah aliran sungai kandilo dan Sungai Sakeau yang minim.

banjir kalimantan timur
Kondisi banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (5/20/3032).(BNPB)

ACTNews, KABUPATEN PASER — Curah hujan tinggi memicu Sungai Kandilo dan Sungai Sakerau meluap. Tanggul sungai tidak mampu menahan debit sehingga menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Senin (4/10/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser melaporkan, selain luapan dua sungai, banjir juga disebabkan air kiriman dari wilayah hulu dan Daerah aliran sungai kandilo dan Sungai Sakeau yang minim.

"Banjir telah berdampak 152 KK atau sekitar 717 jiwa yang tinggal di tiga kecamatan. Masing-masing Kecamatan Long Ikis, Kecamatan Muara Komam dan Kecamatan Batu Sopang," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Kurang lebih sebanyak 450 jiwa mengungsi ke rumah kerabat. Ada juga yang mengungsi di Posko Pengungsian darurat sementara bertempat di Masjid Nurul Fallah.

Sementara itu, kerugian materil hingga saat ini tercatat 230 unit rumah terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 100-150 meter. Satu unit rumah rusak berat, akses jalan terputus dan beberapa fasilitas umum dan pendidikan juga terdampak banjir.

Kondisi mutakhir yang dilaporkan tim BPBD Kabupaten Paser, debit air di Kecamatan Muara Komam terpantau mengalami kenaikan, namun di Kecamatan Long Ikis sudah mulai surut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca yang menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Timur hingga Senin (11/10/2021), menyusul adanya bibit siklon tropis yang tumbuh di belahan bumi utara.[]