Banjir Lahar Dingin Putus Jembatan di Desa Jugosari, Lumajang

Pada hari kedua tahun 2022, Gunung Semeru kembali mengeluarkan lahar dingin diikuti lava. Jembatan penghubung dua dusun terputus.

banjir lahar dingin semeru
Kepulan asap Semeru usai banjir lahar dingin. (ACTNews)

ACTNews, LUMAJANG – Gunung Semeru kembali mengeluarkan lahar dingin Ahad (2/1/2022) sore. Peristiwa itu memutus jembatan penghubung antara Dusun Sumber Langsep dan Sumber Kajar di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. 

Komandan Tim Tanggap Darurat ACT Kusmayadi menerangkan jembatan putus mengisolasi warga Dusun Sumber Langsep. Hingga Senin pagi, belum ada kendaraan yang bisa mengevakuasi warga.

“Kurang lebih ada 125 KK atau 405 jiwa di enam RT di Dusun Sumber Langsep, ” ujar Kusmayadi, Senin (3/1/2022).

Kusmayadi melanjutkan, banjir lahar dingin diikuti dengan guguran lava dari kawah Gunung Semeru. Hujan deras membuat aliran lahar dingin membawa material batu, pasir, dan bambu. Usai berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, tim tanggap darurat ACT mengevakuasi sejumlah warga lansia di Dusun Kamar A, Desa Supiturang. 

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Semeru di level III atau Siaga. Hasil pengamatan Yadi Yuliandi pengamat Gunung Semeru di Pos Pantau Gunung Api (PGA) Gunung Sawur pada Senin (3/1/2022) pukul 06.00 WIB, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut dan timur.[]