Banjir Masih Kepung Belitung, BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat

Banjir Masih Kepung Belitung, BNPB Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat

ACTNews, BELITUNG TIMUR - Banjir besar dilaporkan masih mengepung Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Hingga Selasa pagi ini (18/7), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan peringatan dini tentang kemungkinan intensitas hujan yang bakal deras ditambah dengan durasi yang lama sepanjang beberapa hari ke depan. Beberapa akses jalan penghubung di Belitung Timur masih terputus, belum bisa terhubung kendaraan roda empat untuk distribusi bantuan.

Menyimak kondisi banjir di Belitung yang berpotensi terus meluas, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memimpin rapat koordinasi penanganan darurat banjir di Belitung, Selasa pagi (18/7).

Hasil rapat koordinasi penanganan banjir di Belitung diputuskan bahwa masa tanggap darurat banjir akan berlangsung selama 14 hari ke depan, antara 15 Juli hingga 28 Juli 2017. Masa tanggap darurat banjir ini ditetapkan lewat surat keputusan Gubernur Babel juga ditandatangani oleh Bupati Belitung dan Belitung Timur Penetapan masa tanggap darurat banjir ini diharapkan akan memudahkan seluruh akses dalam mengerahkan personel, sumber daya, dan perizinan apapun untuk mendistribusikan bantuan.

Melansir rilisan pers BNPB, data terkini jumlah korban pengungsian banjir paling besar terdapat di Belitung Timur. Jumlahnya mencapai 3.737 jiwa atau 355 KK yang tersebar di 21 titik pengungsian. Banyak pula titik jembatan dan jalan yang rusak dihempas banjir, akses yang terputus membuat pendataan korban banjir belum rampung sepenuhnya.

Hingga pagi ini Selasa (18/7) hujan lebat dan angin kencang masih mengguyur wilayah barat dan timur Pulau Belitung. Hujan merata dari Belitung sampai Belitung Timur. Dua Kecamatan terdampak banjir paling parah, yakni Kecamatan Gantong dan Kecamatan Manggar, juga masih sulit ditembus.

Relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka Belitung mengirimkan kabar langsung dari Gantong. Kabarnya, sampai Selasa (18/7), akses jalan penghubung ke Kecamatan Gantong masih putus. Kendala utama adalah satu pintu Bendungan Pice salah masih sengaja dibuka untuk mengurangi debit airnya. Beberapa jembatan pun dalam kondisi rusak berat, tak mampu ditembus mobil.

Selain itu, untuk melanjutkan proses pemulihan selama masa darurat, pusat pasar akan dipindahkan ke Pelabuhan ASDP Kecamatan Manggar mulai Rabu esok (19/7). “Pasar harus tetap bergerak untuk memberikan pasokan bahan pangan bagi korban banjir. Pasar Manggar bakal dipindah Sampai keadaan normal kembali. Distribusi pangan harus dijaga terus jangan sampai putus, walau akses jalan di dalam kota kecamatan, ditambah jalan provinsi masih rusak berat karena banjir,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Adhy Karyono dalam rilisan persnya.

Perkembangan terakhir, Selasa siang (18/7) tim dari MRI Bangka Belitung dan Tim dari Disaster Emergency Response (DER) ACT bakal berangkat dari Kota Tanjung Pandan menuju Belitung Timur. "Hanya jalur darat satu-satunya akses sejauh lebih kurang 70 kilometer menuju Belitung Timur," kata Kusmayadi salah satu leader DER-ACT. []

Tag

Belum ada tag sama sekali