Banjir Mulai Surut, Air Bersih Nihil, dan Gelap Gulita di Pangkalan

Banjir Mulai Surut, Air Bersih Nihil, dan Gelap Gulita di Pangkalan

ACTNews, LIMAPULUH KOTA - Hari kedua setelah banjir bandang melumpuhkan Kabupaten Limapuluh Kota, Ahad (5/3), malam masih gelap gulita, listrik padam total di tiap titik terdampak banjir dan longsoran tanah. Banjir memang dikabarkan telah surut, namun tetap saja hujan lebat mengisi sore sampai malam hari.

Mustaqim, salah satu relawan Aksi Cepat Tanggap asal Pekanbaru melaporkan langsung dari lokasi bencana banjir bandang Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Dihubungi via telepon, Ahad (5/3) sore Mustaqim sedang meneduh di dalam Masjid Raya Kecamatan Pangkalan Koto Baru, hujan lebat mengguyur sejak Ahad siang hari. Masjid yang ditempati Mustaqim dan timnya kini sudah kembali bersih setelah puluhan relawan termasuk dari Aksi Cepat Tanggap gerilya mengeluarkan semua sisa banjir, termasuk lumpur sejengkal di seluruh sudut masjid.

Dua hari lalu Masjid Raya Kecamatan Pangkalan ini terendam banjir hampir tiga meter, begitu kata Mustaqim. “Sekarang di dalam masjid tinggal lembab saja, semua karpet juga sudah kami cuci dari lumpur-lumpur,” cerita Mustaqim di jalur telepon.

Sejak banjir bandang menerjang puluhan titik sekaligus di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat lusa kemarin (4/3), pemulihan berlangsung cepat. Mustaqim mengatakan, sejak Sabtu malam atau sehari setelah banjir, seluruh warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Lumpur di dalam rumah-rumah warga kurang lebih setengah jengkal, warga mulai bersihkan rumah dari lumpur. Kecamatan Pangkalan pelan-pelan mulai pulih,” kata Mustaqim.

Menyimak skala dampak dan luasan wilayah terdampak, Aksi Cepat Tanggap memfokuskan posko dan respons emergency di salah satu wilayah terparah, yakni Kecamatan Pangkalan. Walaupun Pangkalan mulai kembali pulih, tapi sudah dua malam sejak banjir datang, Pangkalan gelap gulita satu kecamatan.

“PLN masih mati listrik sampai hari ini. Pengalaman banjir tahun lalu biasanya listrik baru nyala sekitar satu minggu ke depan. Apalagi banjir bandang tahun ini datang jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tahun ini sampai tiga meter air banjir, tinggal kelihatan atap rumah saja,” katanya di balik telepon.

Hitung-hitungan sementara yang dikeluarkan Mustaqim dan timnya, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Pangkalan mencapai jumlah 2.000 Kepala Keluarga. “Tapi semua sudah kembali ke rumah masing-masing, air sungai sudah surut normal. Tinggal menunggu hujan yang masih deras dan gelapnya seluruh kecamatan setiap malam,” tambah Mustaqim.

Lokasi Kecamatan Pangkalan sebetulnya berada tepat di tepian jalan penghubung lintas Sumatera Barat-Pekanbaru. Sekira tiga jam jalur darat berkelok melintasi jalur tengah Sumatera dari Pangkalan menuju Pekanbaru. Namun sejak banjir dan longsor menghantam Jumat lusa kemarin, akses jalur ke Pekanbaru terputus karena longsoran.

“Jalur ke Pekanbaru masih diperbaiki dari longsoran tanah. Kabar terakhir yang kami dapat sudah 70%. Tapi sekarang masih hujan deras. Belum tahu ada yang berani menembus jalur itu apa tidak. Apalagi minyak (bahan bakar kendaraan, -red) sulit. Pom bensin kebanjiran juga,” lanjut Mustaqim.

Dalam gelap gulita Kecamatan Pangkalan, Mustaqim mengatakan kebutuhan mendesak dari warga adalah air bersih. Air untuk mengeluarkan lumpur dari dalam rumah, juga air untuk minum warga korban banjir.

“Air bersih yang nihil di sini. Makanan mulai dari siap saji sampai makanan belum matang sudah mulai berdatangan untuk warga, tinggal air bersih yang sangat sulit,” tutur Mustaqim.

Hitungan jam dan hari ke depan, puluhan titik banjir di Kabupaten Limapuluh Kota mulai pulih. Artinya fase darurat hampir usai, tinggal menyisakan pemulihan pasca banjir. Mustaqim menyimak bahwa dari sekian fasilitas umum yang rusak, paling parah ada di sejumlah sekolah di Kecamatan Pangkalan.

“Jumat pagi kemarin, beberapa sekolah di Pangkalan terendam sampai ke atap. Semua peralatan siswa rusak berat. Esok Senin (6/3) sekolah tidak ada yang berjalan, belum tahu sampai kapan mereka anak-anak sekolah bisa masuk kelas lagi,” pungkasnya. []

Tag

Belum ada tag sama sekali