Banjir Padang Sidempuan, Lumpur Melumpuhkan Sekolah Kami

Banjir Padang Sidempuan, Lumpur Melumpuhkan Sekolah Kami

ACTNews, PADANG SIDEMPUAN - Libur sudah usai, sekolah kembali ramai, mereka yang bekerja kembali bergegas menuju pekerjaannya masing-masing. Namun, rutinitas yang kembali bergulir setelah Hari Libur Nyepi di akhir Maret 2017 ini tak berlaku bagi sebagian besar warga Kota Padang Sidempuan.

Pasalnya, banjir bandang Ahad sore (26/3) lalu kini tinggal menyisakan lumpur sisa banjir yang terbenam di banyak sudut kota. Selain lumpur, ada juga duka yang terpendam. Karena setelah banjir, semua masih lumpuh, tidak ada aktivitas.

Duka itu juga terasa di tiap ruang-ruang sekolah SDN 200114 yang berlokasi di Jalan Kenari No.7 wilayah Padang Sidempuan Utara. Lumpur cokelat pekat, bau amis dan basah menumpuk di tiap-tiap ruang kelas. Kursi, meja, apalagi buku-buku semua habis disapu banjir bandang. Meja-meja dan kursi berhamburan terbelah, patah tenggelam dalam timbunan lumpur. Rabu (29/3) di hari masuk sekolah, SDN Negeri 200114 ini masih lumpuh total, entah kapan anak-anak bisa kembali membuka buku pelajaran di bangku ruang kelas.

Bekas-bekas banjir bahkan sampai tercetak jelas di tembok ruang kelas. Mungkin sekira dua meter lebih air banjir menggulung sekolah ini Ahad kemarin. Beberapa ruang kelas tenggelam penuh sampai hampir menyentuh langit-langit atap.

Tim recovery bencana Aksi Cepat Tanggap wilayah Sumatera Utara sudah berada di lokasi kejadian banjir Padang Sidempuan sehari setelah banjir datang. Lewat panggilan telepon, langsung dari Padang Sidempuan, tim relawan ACT menuturkan langsung kondisi dari dalam sekolah. Syukur, salah satu relawan ACT Sumatera Utara mengatakan, upaya pembersihan lumpur masih terus diusahakan maksimal.

“Lima dari 10 ruangan kelas hancur dihantam banjir, 1 musala sekolah juga sekarang kondisinya penuh lumpur. Meja dan bangku berhamburan, banyak yang patah. Buku-buku hampir semuanya tidak bisa lagi digunakan, lumpur menumpuk di semua buku yang ada,” ungkap Syukur, dari ujung telepon di Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

Banjir Padang Sidempuan tinggal menyisakan cerita dukanya. Tiga hari selepas banjir, kabar tentang banjir Padang Sidempuan mungkin saja sudah tenggelam oleh kabar ingar-bingar Ibukota Jakarta. Padahal, memulihkan kembali ke kondisi semula jelas butuh waktu lama.

Bandang yang datang di Ahad petang kemarin membuat 17 unit rumah rusak berat, 17 unit rumah hancur hanyut dibawa arus banjir, dan 4 orang korban tewas yang merupakan satu keluarga.

Sepenuh tenaga membantu pulihkan banjir Padang Sidempuan, Tim relawan Aksi Cepat Tanggap wilayah Sumatera Utara tidak kenal hari libur. Selasa (28/3) kemarin, dari ruang-ruang kelas lembap dan penuh lumpur SDN 200114 tim berjibaku dengan lumpur.

“Kami usahakan semua tenaga bersihkan ruang-ruang kelas ini. Mereka juga butuh segera meja dan bangku baru untuk mengganti yang rusak dan patah dihantam banjir. Pendukung pembelajaran juga seperti buku dan poster alfabet, angka, hitung-hitungan semua tidak ada lagi yang tersisa. Jumlah seluruh murid 233 orang belum tahu kapan bisa masuk sekolah lagi,” pungkas Syukur.  

Tag

Belum ada tag sama sekali