Banjir Rendam Empat Desa di Martapura Barat, Desa Teluk Selong Ulu Terparah

­Curah hujan tinggi selama dua hari terakhir menyebabkan banjir di Desa Teluk Selong Ulu, Desa Pekauman Ulu, Desa Dalam Pagar dan Desa Tunggul Irang di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (28/12) siang.

Gambaran udara situasi banjir di Desa Teluk Selong Ulu. (Dok. Istimewa)

ACTNews, KABUPATEN BANJAR – Curah hujan tinggi merendam sejumlah desa di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Ahad (27/12). Salah satu desa yang terdampak banjir cukup parah adalah Desa Teluk Selong.

Menurut Sekretaris Desa Teluk Selong Ulu, Heri, banjir kali ini menjadi yang paling parah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 361 kepala keluarga atau 1.154 jiwa terdampak. Akibat banjir yang cukup dalam di Desa Teluk Selong Ulu ini, 55 kepala keluarga harus mengungsi.

“Ketinggian air sekitar lutut orang dewasa. Sedangkan tinggi air yang menggenangi rumah-rumah warga variatif. Rumah yang agak sedikit rendah itu kedalamannya hampir sepaha atau selutut,” tutur Heri. Ia dan tim sejak Ahad (27/12) malam telah melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi terbaru warga terdampak banjir.

Komandan Emergency Response Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan Muhammad Riadi menerangkan, saat melakukan peninjauan di lokasi, banyak warga yang belum bisa mengungsi karena khawatir meninggalkan rumah.

“Kondisi banjir berpotensi meningkat. Air sungai juga masih sangat deras. Warga sangat memerlukan bantuan darurat seperti makanan siap saji, banjir membuat aktivitas warga terhambat,” kata Riadi.

Riadi menambahkan, ACT dan MRI Kalimantan Selatan akan mengikhtiarkan pelayanan kesehatan dan dapur umum untuk warga terdampak banjir, baik di Desa Teluk Selong Ulu atau pun sejumlah desa lainnya.

“Untuk dapur umum, kami masih berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Karena Jika tidak ada penurunan debit air, BPBD akan membuka dapur umum gabungan. Kami pun berharap, para dermawan bisa membersamai langkah kami,” harapnya.[]