Banjir Rendam Pekalongan, Ratusan Jiwa Mengungsi

Hingga Senin (24/2), BPBD melaporkan banjir masih membanjiri sejumlah kecamatan di Kota Pekalongan. engungsi pun kini mencapai 953 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian.

Banjir Rendam Pekalongan, Ratusan Jiwa Mengungsi' photo
Banjir rendam Kota Pekalongan sejak Rabu (20/2). (ACTNews/Tri Mulyono)

ACTNews, PEKALONGAN - Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur daerah Pekalongan dan sekitarnya pada Rabu (19/2) hingga Kamis (20/2). Akibatnya, puluhan rumah kembali dilanda banjir setinggi kisaran 30 - 50 sentimeter. 

BPBD Kecamatan Pekalongan Barat mencatat, per Rabu (20/2) pukul 02.00 WIB, lebih dari 700 jiwa mengungsi ke beberapa lokasi, seperti perkantoran dan fasilitas umum lainnya. Sisanya memilih tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menjaga harta bendanya. 

Di wilayah Pekalongan Barat sendiri, ada 11 titik pengungsian yang meliputi masjid, musala, TPQ, aula kecamatan, aula kelurahan, dan aula PKK. Pendataan data korban masih terus berjalan. Dari Pemerintah Kota Pekalongan, khususnya dari Dinas Sosial, telah membuka Dapur Umum yang berlokasi di Kelurahan Tirto Pekalongan Barat untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. 

Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT berkoordinasi dengan BPBD Pekalongan, menyisir lokasi yang belum tersentuh bantuan. Sebanyak 200 paket makanan siap santap didistribusikan ke Kelurahan Sipacar, Kecamatan Pekalongan Barat pada pekan lalu. Tim dilengkapi dengan perahu karet untuk menjangkau daerah yang masih terendam air. 

“Untuk saat ini tim masih bekerja melakukan asesmen terhadap lokasi-lokasi lain yang belum terjangkau bantuan dari pemerintah. Diharapkan setelah data diperbaharui, kami akan melakukan langkah lanjutan untuk membantu para korban banjir ini. Mengingat kebutuhan darurat menjadi sangat penting dalam kondisi banjir seperti ini, maka sekarang itu menjadi prioritas bagi kami,” ujar Adinda Fiqih Damayanti dari Tim Program ACT Tegal.

Faisol, salah satu warga Kelurahan Sipacar, membenarkan bahwa banjir yang datang dini hari merendam sekitar 3 RT di wilayah Kelurahan Sipacar. “Wanita dan anak-anak sedang mengungsi di Masjid Al Huda di seberang jalan raya. Di sini yang ada laki-laki saja untuk menjaga lingkungan dan rumah masing-masing. Mudah-mudahan cepat surut biar aktivitasnya tidak terganggu seperti sekarang ini,” terangnya pada Rabu lalu. 

Hingga Senin (24/2), BPBD melaporkan banjir masih membanjiri sejumlah kecamatan di Kota Pekalongan. Banjir rata merendam seluruh Kecamatan Pekalongan Utara, dengan ketinggian 20-70 sentimeter. Sementara di Kecamatan Pekalongan Barat, ketinggian banjir sekitar 10-70 sentimeter. Untuk Kecamatan Pekalongan Timur, sebagian wilayah direndam banjir setinggi 10-40 sentimeter. Pengungsi pun kini mencapai 953 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian.[]


Bagikan