Banjir Rendam Tabalong, ACT dan MRI Evakuasi Warga

Banjir kembali merendam wilayah Kalimantan Selatan, kali ini tepatnya di Kabupaten Tabalong. Merespons bencana ini, ACT dan MRI langsung mengirimkan regu evakuasi serta mendirikan dapur umum.

Banjir Rendam Tabalong, ACT dan MRI Evakuasi Warga' photo
Relawan gabungan sedang mengevakuasi warga terdampak banjir di Tabalong. (ACTNews)

ACTNews, TABALONG Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tabalong selama dua hari terakhir, mengakibatkan banjir di Murung Pudak pada Sabtu (28/11). Informasi yang dihimpun relawan Masyarakat Relawan Indonesia Kabupaten Tabalong dan Balangan, banjir ini bermula dari meluapnya air Sungai Tabalong. Akibatnya, permukiman warga terpaksa terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.

Merespons bencana ini, ACT dan MRI segera mengirimkan regu tanggap darurat untuk mengevakuasi warga serta mendirikan posko dapur umum di Desa Tanta, Tabalong. Dapur umum yang didirikan sejak Ahad (29/11) kemarin. “Sebenarnya sudah tersedia posko darurat untuk warga terdampak banjir di beberapa titik, tapi tidak ada orang yang mengelola posko tersebut, sehingga pelayanan ke korban bencana kurang maksimal,” kata Muhammad Arsyah, Koordinator Tim Disaster Emergency Response (DER).

Banjir di Kabupaten Tabalong mengakibatkan sedikitnya 50 rumah warga terendam banjir dengan 150 jiwa yang harus mengungsi. Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas yang tinggi. Relawan MRI Tabalong bersama relawan gabungan serta petugas berjibaku mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Arsyad, saat dikonfirmasi Ahad siang kemarin mengatakan, banjir saat ini berangsur surut. Ia berharap, cuaca bisa membaik agar tidak menimbulkan bencana susulan. Warga pun diminta tetap waspada, khususnya ketika hujan deras dalam waktu yang cukup lama.

Saat ini, warga terdampak banjir membutuhkan bantuan. Keperluan yang paling mendesak untuk dipenuhi ialah makanan siap santap, pakaian serta tempat tidur yang layak untuk mengungsi. “ACT Kalimantan Selatan mengajak warga, khususnya Kalsel untuk ikut peduli terhadap sesama,” ajak Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.

Dalam catatan ACTNews, selama tahun 2020, wilayah Kalsel sudah beberapa kali dilanda banjir dengan hujan lebat sebagai pemicunya. Juli lalu misalnya. Banjir melanda hingga tiga kabupaten di Kalsel, yaitu Kotabaru, Tanah Bumbu serta Tanah Laut. Ribuan rumah terendam banjir dan warga terdampaknya membutuhkan bantuan.

ACT sendiri merespons bencana, termasuk banjir, selain mengirimkan regu relawan, juga mengirimkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut berasal dari donasi masyarakat yang disalurkan melalui laman Indonesia Dermawan jauh hari sebelum bencana terjadi. Penggalangan ini dilakukan agar ketika bencana berlangsung, aksi cepat bisa dilakukan untuk membantu warga terdampak.[]

Bagikan

Terpopuler