Banjir Samarinda Berangsur Surut

Walau ketinggian air mulai menurun, namun warga harus tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang belum menentu.

ACTNews, SAMARINDA – Dari data yang dihimpun tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di lokasi terdampak banjir, terdapat penurunan air yang drastis di Samarinda. Sebelumnya tinggi permukaan air di permukiman warga paling tinggi ada yang mencapai 125 sentimeter. Namun, pada Kamis (13/6) malam, tinggi air sudah berada di level 80 sentimeter.

Nusa Indah dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT pada Jumat (14/6) mengatakan, penurunan tinggi permukaan air banjir di Samarinda cukup drastis. Hal ini dipengaruhi cuaca yang mendukung beberapa waktu terakhir. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan banjir akan masih merendam beberapa waktu ke depan karena adanya pengaruh dari pasang-surut. “Di daerah hulu Mahakam sudah mulai banjir,” ungkap Nusa.

Melihat kondisi air yang sudah mulai surut di beberapa titik, tim MRI-ACT telah menyiapkan peralatan untuk melakukan pembersihan di tempat ibadah serta fasilitas pendidikan. Pembersihan ini dilakukan untuk menyiapkan sekolah yang akan digunakan kegiatan belajar-mengajar beberapa hari ke depan.

Sedangkan di lokasi lain yang masih digenangi air cukup tinggi, tim MRI-ACT terus bersiaga. Pada Jumat (14/6) pagi ini, mereka baru tiba di posko Glatik setelah melakukan penyisiran di permukiman warga serta pembagian obat-obatan untuk warga yang mulai terserang penyakit. “Kami siaga 24 jam di posko Glatik, kami juga melakukan pelayanan medis bagi warga yang datang ke posko atau kami yang mendatangi langsung ke tempat warga bertahan dari banjir,” tambah Nusa.

Terganggunya aktivitas warga

Banjir yang sudah merendam selama sepekan ini mengganggu berbagai kegiatan warga di lokasi terdampak. Kegiatan perekonomian terganggu akibat banjir yang menggenangi lokasi pusat ekonomi. Dari pantauan tim ACT di lokasi, banyak toko-toko yang memilih menutup dagangannya. Serta pasar yang tak berfungsi secara maksimal.

Selain pusat perekonomian, fasilitas umum lainnya di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur itu terdampak banjir. Sekolah hingga tempat ibadah tak luput banjir. Kini, dengan berangsur surutnya banjir menjadi kesempatan warga serta relawan dan petugas untuk membersihkan fasilitas umum dari lumpur serta material lain yang terbawa banjir. []