Banjir Sulsel Berangsur Surut

Banjir Sulsel Berangsur Surut

ACTNews, TORAJA Hujan deras yang mengguyur wilayah Toraja di Sulawesi Selatan pada Ahad (28/4) sore hingga Senin (29/4) dini hari mengakibatkan banjir bandang, kini berangsur surut. Banjir itu merendam setidaknya tiga kecamatan di Toraja Utara dan Tana Toraja. Dilaporkan juga sebanyak 100 rumah warga terendam banjir ini.

Faisal Agusnisman dari tim Masyarakat Relawan Indonesia Toraja Utara mengatakan, air yang merendam pemukiman warga berasal dari Sungai Sadang yang tak mampu menampung tingginya debit air. Air mulai naik pada pukul 01.00 WITA di hari Senin. “Rumah warga, sawah, kebun dan jalan poros terendam banjir,” jelasnya, Selasa (30/4).

Tak ada korban jiwa pada bencana banjir ini, namun diperkirakan petani kebun mengalami kerugian akibat tanamannya terendam banjir. Selain itu, banyak warga yang tak sempat menyelamatkan harta benda di rumah saat air mulai tinggi pada dini hari.

Selain di Toraja, banjir juga terjadi di Enrekang dan Pinrang, Sulsel. Selain intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, banjir di Toraja juga menyumbang dampak kepada tiga kabupaten yang saling berbatasan ini. “Bisa dibilang Toraja ini hulu airnya, lewat Sungai Sadang dan Mata Allo air bisa dikirim ke tiga wilayah yang saling berbatasan ini,” tambah Faisal.

Di Enrekang, banjir dari luapan Sungai Mata Allo membuat warga yang tinggal di perumahan Kukku, Kelurahan Lewaja, Kecamatan Enrekang terjebak banjir. Tercatat sebanyak 500 orang berada di perumahan itu. Tim relawan MRI-ACT bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan segera mengevaskuasi warga. Selepas magrib pada Senin (29/4) kemarin terpantau ketinggaian banjir selutut orang dewasa dan pada pukul 20.00-01.30 WITA dini hari tadi tinggi air mencapai 3 meter atau setinggi atap rumah.



Sedangkan di Pinrang, pada Senin (29/4) kemarin banjir setinggi 1,5 meter menghantam beberapa wilayah. Dari laporan tim MRI Pinrang, terdapat 3 desa yang terisolir akibat medan yang berat menuju lokasi. Kerugian ditaksir hingga jutaan rupiah akibat banjir merendam ladang pertanian serta menghanyutkan hewan ternak milik warga.

Namun, kini banjir berangsur surut. Anto dari tim MRI Sulsel mengatakan, Selasa (30/4) pagi banjir di tiga kabupaten di Sulsel ini berangsur surut. Warga yang sebelumnya mengungsi di kediaman kerabat mulai kembali ke rumah untuk membersihkan material yang dibawa banjir. Akan tetapi, Anto mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada karena cuaca masih sulit diprediksi. “Tim MRI juga terus siaga jika sewaktu-waktu banjir kembali datang,” tegasnya, Selasa (30/4). []