Banjir Terjang 6 Kecamatan di Kalbar, ACT Siapkan Bantuan

Selain merendam rumah, banjir juga melumpuhkan fasilitas umum dan membuat aktivitas warga terhambat.

Banjir Terjang 6 Kecamatan di Kalbar, ACT Siapkan Bantuan' photo

ACTNews, LANDAK - Curah hujan yang tinggi sejak Jumat (7/6) lalu, membuat beberapa daerah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terendam banjir. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, banjir dengan ketinggian setengah hingga dua meter merendam sekitar enam kecamatan di kabupaten tersebut.

Tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT telah meninjau lokasi setelah banjir menerjang. Selanjutnya, tim akan menyalurkan bantuan kepada ratusan kepala keluarga yang terdampak banjir di Kabupaten Landak.


“Saat ini kita tengah berkoordinasi untuk persiapan bantuan kita pada malam ini, dan bantuan akan didistribusikan esok hari (13/6). Insyaallah, untuk para korban kita akan sediakan bantuan berupa pangan. Untuk saat ini, tim juga masih berikhtiar untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Amelian Dinisia dari Tim Program ACT Kalimantan Barat pada Rabu (12/6).

Amelian mengatakan, sebagian besar korban banjir hingga kini masih bertahan di rumahnya karena mengkhawatirkan keamanan dari rumah mereka. Sementara beberapa warga lagi memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang terdekat.

“Warga kebanyakan bertahan di lantai 2 rumahnya karena banjir tidak sampai ke lantai dua rumah mereka. Jadi masih bisa tinggal di sana. Sementara yang sudah tidak bisa tinggal lagi di rumahnya, kini pindah ke rumah kerabatnya yang bertingkat ataupun tidak terpapar begitu parah,” jelas Amelian.


Pada banjir kali ini, kebanyakan warga telah bersiap ketika hujan mengguyur deras, sehingga mereka sempat mengamankan harta benda mereka karena tahu banjir akan datang. Oleh karrenanya, kerugian yang diderita mereka tidak terlalu besar. Meskipun begitu, Amelian mencatat adanya satu orang korban jiwa akibat banjir ini.

“Iya, kemarin ada satu korban jiwa di Desa Mandor dan sudah diketemukan, diduga karena terbawa arus. Untuk Desa Mandor sendiri, banjir hanya berlangsung satu hari (8/6), itu saja dan sudah surut besok harinya,” kata Amelia.

Namun begitu, beberapa titik banjir memang belum surut. Data dari BPBD Landak per tanggal 9 Juni 2019 menyatakan, banjir hanya surut di Kecamatan Mandor, sementara di lima kecamatan lain, di antaranya Kecamatan Sengah Temila, Kecamatan Meranti, Kecamatan Air Besar, Kecamatan Kuala Behe, dan Kecamatan Ngabang.

Selain merendam rumah-rumah warga, data dari tim ER-ACT melaporkan, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga sehari-hari. Seperti pasar di Dusun Raiy, Kecamatan Ngabang yang lumpuh total akibat banjir sehingga aktivitas ekonomi tidak dapat berlangsung. Selain itu, warga yang mayoritas berprofesi sebagai penoreh karet juga tidak dapat melakukan pekerjaannya selama beberapa hari ini akibat dari terjangan banjir. []

Bagikan