Banjir Yaman, Ratusan Ribu Jiwa Terdampak

Hujan lebat mengguyur Yaman sejak Maret lalu. Pertengahan April ini, hujan deras menyebabkan banjir hebat yang berdampak pada ratusan ribu jiwa. Sebanyak 21 orang meninggal dan ribuan rumah rusak diterjang banjir.

Banjir Yaman, Ratusan Ribu Jiwa Terdampak' photo
Ribuan rumah di Yaman rusak diterjang banjir. (UNHCR)

ACTNews, ADEN, SANA’A – Lebih dari 100.000 jiwa di Yaman terdampak hujan deras dan banjir sejak pertengahan April lalu. Otoritas Kesehatan di Kegubernuran Aden mengkonfirmasi tujuh orang meninggal dunia, para korban di antaranya adalah empat anak. Aden, salah satu wilayah yang paling parah itu, juga melaporkan orang hilang dan terluka di hampir seluruh wilayahnya–sebagaimana dilaporkan Reliefweb, Ahad (26/4). Sementara OCHA menyebut total korban jiwa di seluruh Yaman mencapai 21 orang, sebagaimana dilaporkan Middle east Eye, Sabtu (25/4).

Selain Aden, sejumlah kegubernuran juga terdampak, seperti Hajjah dan Sana’a. Hamoud Ayyash (50) sadar betul bahwa tidak ada tempat yang aman bagi dirinya. Ayah empat orang anak itu awalnya tinggal di sebuah “osha”, sebuah bangunan semi permanen yang biasa ditinggali pengungsi. Pada 2015, Ayyash bersama istri dan anak-anaknya harus mengungsi untuk menghindari perang. Kini, setelah ia berpindah, banjir meluluhlantakan tempat tinggalnya.

“Pada Kamis (23/4), banjir datang dengan deras dan merusak osha kami seketika. Saya tidak dapat berbuat apapun dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” cerita Ayyash kepada Middle East Eye. Menurut organisasi PBB untuk pengungsi UNHCR, ribuan keluarga seperti keluarga Ayyash kehilangan tempat tinggal segala hal yang mereka miliki.

Dua orang dilaporkan hanyut di Distrik al-Sabain, Sana’a, sementara di Sana'a Lama sebuah rumah roboh dan properti lainnya rusak. Hujan deras dan angin kencang juga menghantam provinsi Marib pada 15 April. Bencana itu merusak sebagian kota Marib dan 16 situs untuk pengungsi internal di seluruh provinsi, menurut Unit Eksekutif Yaman untuk Pengungsi (ExU).

Sebuah sumber di Kementerian Informasi mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pemerintah setempat berikhtiar memberikan yang terbaik untuk para pengungsi. Perdana menteri Yaman juga meminta negara-negara tetangga dan organisasi untuk membantu orang-orang yang terkena dampak banjir.

Bagikan