Banting Tulang Demi Pendidikan Anak

Demi menjamin pendidikan anak, Salamah bersama suaminya terus bekerja keras. Sejak pagi ia menjadi buruh sapu dan cuci, ketika masuk siang, bersama sang suami ia menjadi pemulung untuk mengais rezeki.

Salamah tengah merapikan rongsokan yang hendak dijualnya. Pekerjaan ini dilakukan demi menjamin pendidikan anaknya. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Kehidupan Salamah (49) bersama suaminya yang kesulitan ekonomi, tidak ingin ia tularkan ke anaknya kelak saat dewasa. Sebab itu, ia bersama sang suami selalu bekerja keras agar anaknya bisa terus menempuh pendidikan dan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Kata menyerah seakan tak ada di dalam kamus hidup mereka berdua.

Sejak pagi buta, Salamah telah terbangun. Ia bersiap memulai pekerjaannya sebagai buruh sapu dan mencuci. Profesi tersebut, biasanya ia selesaikan saat hari mulai siang. Namun, bukan waktu istirahat yang ia ambil usai pekerjaan tersebut selesai. Melainkan, ia akan melanjutkan ke pekerjaan utamanya yakni mencari rongsokan di wilayah Cimanggis, Depok.

Bersama dengan suaminya yang juga seorang pemulung, penghasil Salamah hanya berkisar Rp1,5 juta per bulan. Uang yang didapat tersebut digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, dan biaya sekolah anaknya, Nia Dwi Puspitasari (15), yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP.

“Prioritas itu untuk biaya sekolah anak saya. Dia itu anaknya pintar, selalu mendapat peringkat tinggi di kelasn. Jadi enggak akan saya biarkan dia putus sekolah, insyaallah,” optimis Salamah, Rabu (14/04/2021).

Nia memang anak yang dikenal berprestasi di sekolahnya, MTS Al-Husna. Selain sering juara kelas, Nia yang aktif di berbagai organisasi di sekolahnya tersebut, juga pernah menjuarai kompetisi bela diri silat tingkat nasional pada tahun 2019.

“Nia sebentar lagi mau naik ke SMA, jadi saya dan suami terus kerja keras, biar Nia bisa lanjut sekolahnya. Enggak apa saya lapar karena belum makan, yang penting uang untuk sekolah Nia itu ada,” ungkap Salamah.

Untuk meringankan beban Salamah, Global Zakat-ACT melalui program Sahabat Pelajar Indonesia berikhtiar membantu Nia dengan memberikan bantuan dana pendamping sekolah. Lewat dukungan ini, diharapkan prestasi demi prestasi dapat lahir dan Nia mampu mengubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik lewat pendidikan.

“Mengingat semangat Nia untuk bersekolah sangat tinggi, dan Nia membutuhkan dana lebih untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA, maka kami berikan dana bantuan ini, yang Insyaallah akan berguna bagi Nia dalam pendidikannya,” jelas Koordinator Program Sahabat Pelajar Indonesia Riski Andriyani, Kamis (15/4/2021).

Nia bukanlah satu-satunya pelajar yang mendapat dukungan dari Global Zakat-ACT melalui program yang didukung dana zakat ini. Sebelumnya, di berbagai penjuru negeri, Global Zakat-ACT telah menyalurkan zakat masyarakat untuk pendidikan. Mulai dari pembangunan fasilitas sekolah, paket pangan untuk para pendidik dan murid, hingga menghadirkan dai yang membina agama serta pendidikan di pelosok Nusantara.[]