Bantu Muslim Rohingya, MRI Luwu Galang Sedekah

Kabar tibanya pengungsi Rohingya di Aceh Utara menggerakan Masyarakat Relawan Indonesia di Luwu untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan. Digerakkan dengan solidaritas kepedulian, mereka menggalang dana untuk pengungsi Rohingya.

Relawan MRI Luwu sedang melakukan penggalangan sedekah untuk muslim Rohingya. (ACTNews)

ACTNews, LUWU – Etnis Rohingya yang mengungsi ke Aceh membuat banyak elemen masyarakat tergerak untuk ikut membantu sesama mulim yang sedang mengalami kesedihan tersebut. Kepedulian terus mengalir dengan berbagai cara. Salah satunya yang dilakukan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Luwu yang menggalang sedekah untuk muslim Rohingya di Aceh Utara.

Bertempat di persimpangan lampu lalu lintas Belopa, Luwu, relawan MRI turun ke jalan untuk mengajak pengguna jalan untuk saling peduli, Kamis (30/6). Sambil membawa spanduk, selebaran serta kotak sedekah bertuliskan Save Rohingya, relawan terus menyuarakan kepedulian di tengah cuaca yang sedang tak mendukung. Para pengguna jalan pun cukup antusias menyisihkan rezekinya untuk muslim Rohingya di Aceh Utara.

Relawan MRI Jurais Ahmadi mengatakan, aksi penggalangan sedekah ini merupakan kepedulian relawan MRI Luwu terhadap sesama muslim. Walau terpisah jarak ribuan kilometer, hal tersebut tak menyurutkan semangat relawan untuk terus memperhatikan pengungsi Rohingya. “Kami berterima kasih kepada masyarakat Luwu yang telah mendukung aksi kami,” ungkapnya.

Hasil penggalangan sedekah yang dilakukan MRI Luwu selanjutnya segera disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk warga Rohingya yang sedang bernaung di Aceh hingga sekarang. Semua laporan hasil penggalangan sedekah yang dilakukan telah MRI Luwu publikasi melalui media sosial resmi mereka.

Perlu diketahui, etnis Rohingya ditemukan di perairan Aceh Utara pada Rabu (24/6) lalu. Mereka tiba di Aceh dalam usaha melarikan diri dari konflik kemanusiaan yang terjadi di tanah mereka sendiri. Saat ini, pengungsi Rohingya ditempatkan di Balai Latihan Kerja Lhokseumawe dan terus mendapatkan pendampingan. ACT sendiri sejak awal kedatangan Rohingya telah mengirimkan sejumlah relawan serta bantuan. Armada kemanusiaan terbaik pun dikirim dari Jakarta untuk memberikan pelayanan terbaik. Hingga kini, ACT dan relawan MRI di Aceh Utara terus melakukan pendampingan agar kondisi pengungsi Rohingya tetap dalam keadaan baik.

“Uluran tangan dari masyarakat luas pun masih sangat diperlukan, hal tersebut karena muslim Rohingya hingga kini pun masih hidup dalam ketidakpastian, baik yang berhasil melarikan diri ke negara tetangga, atau bertahan di pengungsian di negeri asal mereka,” ungkap Ketua MRI Luwu Khaidir Arifin.[]