Bantu Pangan Pengungsi Suriah dengan Kurban Terbaik

Global Qurban ACT berikhtiar meredam kerawanan pangan di Suriah melalui di momen ibadah kurban. Tidak hanya nilai-nilai ibadah yang akan terpenuhi dengan berkurban. Namun, ketahanan pangan pun bukan hal mustahil yang bisa tercapai.

anak suriah kelaparan
Ilustrasi. Pada 2021 ini, 13,4 juta dari 16 juta warga Suriah diperkirakan butuh bantuan kemanusiaan. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Suriah masih menjadi salah satu negara yang memiliki permasalahan kemanusiaan paling kompleks di dunia. Namun, kemiskinan dan kerawanan pangan menjadi yang terparah. Pada 2021 ini, 13,4 juta dari 16 juta warga Suriah diperkirakan butuh bantuan kemanusiaan. Jumlah itu lebih tinggi 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini pun juga diikuti dengan ambruknya ekonomi Suriah yang semakin parah.

Nilai mata uang pound Suriah yang terus menurun sejak 2019, membuat harga bahan-bahan pokok terus melambung. Hal ini diperparah dengan pandemi Covid-19 yang membuat hampir setengah penduduk Suriah yang memiliki pekerjaan terpaksa dirumahkan. Diperkirakan lebih dari 90 persen penduduk Suriah hidup di bawah garis kemiskinan.

Kelaparan pun menjadi wajah yang terpampang jelas di Suriah. Program Pangan Dunia memperkirakan 46 persen keluarga di Suriah telah mengurangi jatah makanan harian mereka, dan 38 persen orang dewasa telah mengurangi konsumsi pangan mereka, agar anak-anak mereka memiliki cukup makanan.

Di momen ibadah kurban kali ini, Aksi Cepat Tanggap bersama Global Qurban berikhtiar mendobrak permasalahan kelaparan di Suriah melalui ibadah kurban. Andy Noor Faradiba, Manager Global Humanity Response ACT mengatakan, tidak hanya nilai-nilai ibadah yang akan terpenuhi dengan berkurban, tetapi, ketahanan pangan pun bisa diikhtiarkan saat momen kurban.

Saat momen kurban, akan ada banyak daging yang akan dibagikan untuk keluarga-keluarga di Suriah. Selama ini, daging sudah menjadi bahan makanan yang sangat langka di sana.

Seorang pria dari Zabadani mengatakan, keluarganya yang beranggotakan empat orang telah berhenti makan daging pada awal tahun 2020. Mereka mengandalkan roti untuk makan. “Kami memecah roti menjadi gigitan kecil dan mencelupkannya ke dalam teh agar tampak lebih besar,” katanya.

Maka dari itu, Faradiba mengajak seluruh Sahabat Dermawan untuk membawa kembali keceriaan kepada saudara di Suriah dengan ibadah kurban dan distribusi daging. “Bagi Sahabat Dermawan yang ingin berkurban, dapat melalui situs resmi Global Qurban di Globalqurban.com. Nantinya, para dermawan dapat memilih jenis hewan yang akan dikurbankan,” ajak Faradiba.[]