Bantu Tenaga Kesehatan di Surabaya Raya, BI dan ACT Salurkan Paket APD

Kondisi Jawa Timur yang masih tinggi penularan Covid-19 menggerakkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur menghibahkan ratusan paket alat pelindung diri, Selasa (8/9).

Bantu Tenaga Kesehatan di Surabaya Raya, BI dan ACT Salurkan Paket APD' photo
Simbolisasi penyerahan bantuan alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam A. Yani Wonokromo Jawa Timur. Bantuan diserahkan Implementator Program ACT Jawa Timur (kiri) kepada dr. Ganjar Adityo Permadi Sp.Pd. (kanan). (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Kasus Covid-19 masih terus bertambah di Jawa Timur. Pada minggu kedua September 2020, tercatat penambahan kasus positif sebanyak 307 pasien. Total kasus di Jawa Timur menjadi 35.941 orang. Keadaan ini membuat tim medis di Jawa Timur masih harus bekerja keras dan membutuhkan alat pelindung diri.

Keadaan itu menjadi keprihatinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur. Bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur, BI Jatim menyalurkan 150 paket Alat Pelindung Diri (APD). Bantuan terdiri dari masker, pakaian hazmat, tudung kepala, kacamata, pelindung wajah, dan sepatu bot ke 10 rumah sakit rujukan Covid-19 dan fasilitas kesehatan yang menjadi prioritas di Jawa Timur pada Selasa (8/9) lalu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur - Difi Ahmad Johansyah menyampaikan, gerakan yang tengah dilakukan BI Jatim ini merupakan bentuk kepedulian kepada tenaga medis yang masih terus bertuga menangani pasien Covid-19 di Jawa Timur yang jumlahnya terus meningkat.  “Kami berharap, program sosial yang dilakukan BI dapat membantu tenaga kesehatan yang menjadi garis pertahanan menghadapi Covid-19 ini,” kata Difi.

Difi juga menambahkan, agar masyarakat terus menaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dengan mengikuti 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Insyaallah ini akan menjadi vaksin untuk menghadapi Covid-19, sampai vaksin yang sebenarnya ditemukan,” tambah Difi. Program sosial BI Jatim ini berkonsentrasi di Surabaya sebagai wilayah dengan tingkat penularan tertinggi. Per Selasa (8/9), kasus di Surabaya mencapai 3.046 kasus.


Bantuan diterima oleh Bapak Suyadi selaku Kepala Urusan Dalam RS. Brawijaja Surabaya. (ACTNews)

Sementara itu, Kepala Regional ACT Jawa Timur Ponco Sri Ariyanto menyampaikan, kolaborasi dan kepatuhan bersama adalah kunci dalam mengalahkan Covid-19. “Melalui kolaborasi bersama, yang lebih membantu yang kurang, kepedulian terhadap tenaga kesehatan, dan kepatuhan kita dalam menjalankan protokol kesehatan akan menjadi kunci kemenangan kita menghadapi Covid-19,” katanya.

ACT mitra-mitranya telah melakukan aksi-aksi kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, melalui program Bersama Lawan Corona, Operasi Pangan Gratis, Lumbung Sedekah Pangan, hingga bantuan modal usaha untuk usaha mikro melalui Sahabat Usaha Mikro Indonesia dan Wakaf Modal Usaha Mikro. Kolaborasi menjadi kunci kesuksesan program-program tersebut.


“Kepedulian dapat diberikan melalui http://surabaya.indonesiadermawan.id dan semua elemen dapat ikut berkolaborasi dalam menghadapi pandemi ini atau juga melalui . Kita berharap pandemi dapat cepat berlalu dan kedermawanan dapat menjadi pendukung bagi masyarakat yang terdampak dalam melewatinya,” harap Ponco.[]

Bagikan