Bantuan ACT Diterima Korban Longsor Karangasem

Bantuan ACT Diterima Korban Longsor Karangasem

ACTNews, KARANGASEM – Bencana longsor menelan korban di Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Ahad (27/1). Sembilan orang dikabarkan meninggal dunia, empat orang luka berat, dan satu orang luka ringan. Longsor juga membuat dua rumah tertimbun dan mengalami rusak berat.

Relawan Masyarakat Indonesia (MRI) Bali Nyoman Arif melaporkan, keadaan di lokasi bencana cukup sulit untuk dicapai. “Bisa dilalui mobil dan sepeda motor. Medan cukup parah dan ekstrem,” terang Nyoman.

Selasa (29/1) Tim MRI Bali pun masih bergerak mengirimkan sejumlah bantuan kepada para korban. “Hari ini tim medis dan rescue ke Karangasem mengantar bantuan,” jelas Nyoman. Ia mengatakan, hujan deras yang turun seharian membuat perjalanan menuju lokasi semakin menantang. “Posisi lokasi memang di atas pegunungan, masih ditemukan longsoran dari sejumlah tebing terjal yang kemiringannya bisa 40-60 derajat,” lapornya.

Sesampainya di lokasi tim pun memberikan sejumlah keperluan logistik berupa beras dan lauk siap saji, serta pakaian layak pakai. Menurut pantauan tim di lokasi, korban terdampak longsor masih membutuhkan sejumlah bantuan meliputi obat-obatan, pasokan pangan, dan selimut.

Longsor juga diketahui terjadi di Dusun Sengker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada Selasa (29/1) pagi. Satu keluarga beranggotakan empat orang meninggal dunia dalam musibah itu. Longsoran berasal dari tebing di belakang rumah korban akibat hujan deras.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam siaran persnya menyebutkan, Bali menjadi salah satu daerah yang berpotensi hujan lebat hingga 30 Januari mendatang, Hujan lebat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya longsor.

Pemerintah Bali pun mengimbau sejumlah masyarakat menjauhi kawasan yang berpotensi longsor. "Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah-daerah yang berpotensi bencana longsor ataupun yang menimbulkan bencana lainnya," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, sebagaimana dilansir dari Elshinta.com.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di seluruh Indonesia ada sekitar 40,9 juta jiwa yang tinggal di daerah yang potensi longsornya sedang hingga tinggi.

"40,9 juta jiwa itu diambil berdasarkan sensus penduduk tahun 2010," kata Sutopo saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1) sebagaimana diberitakan CNN. []

Tag

Belum ada tag sama sekali