Bantuan Air Bersih Terus Diberikan di Jawa Timur

Lebih dari 500 ribu liter air bersih telah didistribusikan ACT di Jawa Timur, mulai dari Pacitan di ujung barat hingga Bojonegoro di ujung timur.

Bantuan Air Bersih Terus Diberikan di Jawa Timur' photo

ACTNews, SURABAYA – "Cari air di sini sudah susah, sudah kering semua. Saya jalan kaki satu kilometer lebih buat ambil air,” aku Sugito, warga desa Maling Mati, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Ia amat bersyukur ketika bantuan air besih Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur sampai ke desanya.

Sepanjang musim kemarau ini, ACT Jawa Timur telah berkomitmen menyalurkan 1 juta liter air bersih untuk atasi kekeringan. Komitmen ini dibuktikan dengan pengiriman bantuan air bersih secara berkala di sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Jawa Timur. 

Dipo Hadi selaku Kepala Program ACT Jatim menyatakan, lebih dari 500.000 liter air telah disalurkan ke lokasi kekeringan selama Agustus ini. “Rata-rata, ACT menyalurkan 20.000 liter air bersih per hari,” kata Dipo.

Dipo Hadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengatasi kekeringan dengan aksi atau donasi melalui ACT Jawa Timur atau melalui tautan bit.ly/DermawanJatimAtasiKekeringan.


Bantuan air bersih ACT Jawa Timur juga sampai di wilayah timur provinsi: Pacitan. Bantuan diberikan kepada masyarakat prasejahtera yang sangat terdampak kekeringan. “Pada kondisi musim hujan di saat mereka tidak harus membeli air, kondisi ekonomi mereka masih kekurangan,” ungkap Dipo.

Ngadirah, warga Desa Pringkuku, Pacitan, mengungkapkan, bantuan air bersih ACT Jatim sangat menolong warga. “Kami harus mengambil air berjalan kaki, berkilometer,” kata Ngadirah.

Sedangkan, di Malang Raya, pendistribusian air bersih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kecamatan Sumbermanjing Wetan. Bantuan air bersih diberikan untuk kesinambungan proses pembelajaran di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Roudhotul Ulum dan Pondok Pesantren Tahfidz Zainul Ulum. 

ACT Jawa Timur terus berkomitmen untuk mendistribusikan air bersih dengan menggandeng pemangku kepentingan terkait untuk mengatasi dampak kekeringan di Jawa Timur secara masif.[]

Bagikan